News  

Apa Kaitan “Raja Kecil” dengan Ramalan Hard Gumay Tentang Kudeta Prabowo?

Prabowo saat meninjau pelaksanaan MBG. Dia mengaku ada raja kecil yang melawan kebijakan pengetatan anggaran. (doc/instagram)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengaku, ada “raja kecil” yang mencoba melawan dia saat ada kebijakan penetatan anggaran. Sosok ini memang tidak dia sebutkan secara spesifik. Dia hanya menyebut raja kecil ini ada di dalam jajaran birokrasinya.

Istilah raja kecil, muncul pasca era reformasi yang merujuk pada meluasnya kewenangan kepala daerah. Ini sejalan dengan lahirnya Undan Undang Otonomi Daerah dan aturan lainnya. Hingga kepala daerah bisa mengatur anggarannya sendiri, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemerintah pusat.

Menurut Prabowo, raja kecil ini sudah dia anggap kelewatan. Bahkan sudah merasa kebal hukum hingga tidak takut pada siapapun.

“Ada yang melawan saya. Sudah merasa kebal hukum,” kata dia.

Menurutnya, sosok ini tidak hanya membangkang perintahnya untuk melakukan penghematan anggaran. Tapi juga sudah mulai melawan dengan berbagai cara. Seperti mengintimidasi dengan mengirimkan oknum LSM ataupun wartawan. Namun begitu, dia merasa tidak takut terhadap semua langkah tersebut.

“Saya tidak takut. Saya lebih takut sama emak-emak,” kata dia.

Dia menambahkan, pengetatan untuk menekan pos anggaran yang tidak terlalu penting. Seperti perjalanan dinas, atau kunjungan kerja. Demikian juga dengan diskusi di kementerian atau lembaga negara.

Sosok “raja kecil” ini meningatkan kembali pada ramalan Hard Gumay di tahun 2025. Dia menyebut, akan ada kudeta yang dengan cara paksa untuk menurunkan Prabowo-Gibran. Tentu saja, kudeta ini akan membuat goncang-ganjing di tanah air.

Pelakunya adalah sosok yang pernah ada di pemerintahan. Dia lalu menyebut, pelaku kudeta ini punya berperawakan kurus, berkulit sawo matang, berambut pendek cepak.

Dalam ramalannya dia juga tidak menyebut secara pasti tentang hasil kudeta tersebut. Namun dia meyakini, pelaku kudeta seorang ahli strategi dan punya jaringan luas. (*)