JAKARTA – Salah satu tugas penting tim khusus atau timsus bentukan Presiden Prabowo, adalah untuk beresi masalah di perkebunan sawit. Terutama, adanya tumpang tindih kepentingan lahan antara pihak perkebunan sawit dengan kehutanan.
Perkebunan kelapa sawit, masih menjadi primadona bagi industri di tanah air. Perkebunan ini harus mampu menyuplai kebutuhan Crude Oil Palm (CPO) untuk berbagai pabrik penghasil minyak sawit. Sebagian minyak sawit untuk pasar dalam negeri. Sisanya untuk ekspor denga India menjadi pasar utama.
Salah satu orang dekat Presiden Prabowo menyebut, sudah ada Tim Khusus atau Timsus untuk tertibkan sumber pendapatan negara yang bocor. Tim ini melibatkan Kejaksaan Agung dan Polri. Keberadaan tim ini akan menertibkan usaha tambang, perikanan laut dan perkebunan sawit ilegal di tanah air.
Akibat dari bergagai kegiatan ekonomi ilegal ini, sumber pendapatan negara berpotensi bocor. Angkanya tergolong fantastis, yakni sampai ratusan trilyun.
Tugas timsus bentukan Prabowo ini, juga akan beresi masalah terkait pertanahan dan perkebunan kelapa sawit. Apalagi jika ada tumpang tindih dengan kehutanan.
Menteri ATR BPN, Nusron Wahid menyebut, timsus ini dikomandoi oleh Kejaksaan Agung, Panglima TNI dan Kapolri. Selain itu juga melibatkan pejabat dari kementerian terkait.
“Dan saya salah satu anggotanya,” katanya.
Nusron menambahkan, pihaknya sudah melaporkan semua hal terkait tumpang tindih tersebut. Termasuk luas lahan yang masih ada masalah, maupun yang tidak ada masalah sama sekali.
“Sudah kita laporkan,” katanya.
Selain itu, Nusron juga sudah melaporkan terkait tata cara pembelian tanah, khususnya untuk hak guna usaha di bidang perkebunan sawit. Tata cara ini, bisa saja menjadi masukan bagi Timsus bentukan Prabowo untuk bisa segera beresi masalah perkebunan sawit di seluruh Indonesia.
“Saya sebagai pembantu presiden melaporkan beberapa hal terkait dunia pertanahan dan tata ruang. Terutama yang berkaitan dengan proses, perkembangan, tata cara pembelian hak atas tanah. Terutama hak guna bangunan bagi perkebunan sawit,” tegasnya. (*)






