JAKARTA – Taggar Indonesia Gelap yang menggunakan simbol garuda hitam, terus menuai dukungan dari berbagai pihak. Meskipun gerakan tersebut banyak juga mendapatkan tekanan.
Taggar Indonesia Gelap, mulai ramai di media sosial X sejak awal Februari 2025. Hal ini muncul sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang justru mempersulita mereka.
Seperti pembatasan distrisbusi gas 3 kg, efisiensi anggaran hingga PHK massal oleh berbagai perusahaan. Hal ini memperlihatkan kalau Indonesia tengah menghadapai banyak masalah.
Kekecewaan lalu membuat mahasiswa dan pelajar menggelar aksi di berbagai tempat. Mereka terus menyuarakan penolakan terhadap kebijakan yang tidak memihak rakyat.
Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD menyebut, taggar Indonesia Gelap masih satu rangkaian dengan Kabur Aja Dulu. Keduanya mencerminkan ekspresi kekecewaan atas kondisi negara.
“Itu sebenarnya pasangan ekspresi kekecewaan,” katanya.
Meski pasangan, tapi keduanya ada perbedaan. Tagar kabur aja dulu mengajak orang untuk pergi ke luar negeri. Namun taggar Indonesia Gelap, pelakunya bertahan, sekaligus melakukan gerakan.
“Orang mengajak secara lebih dinamis, tetap di dalam. Tapi menerangi Indonesia yang gelap ini dengan gerakan-gerakan yang sportif, terukur objektif. Hingga muncul gerakan ayo kita sadarkan sekarang Indonesia Gelap,” terangnya.
Dia menambahkan, anak muda atau yang membuat hastag ini melihat indonesia memang tengah gelap. mereka juga melihat banyak hal tidak jelas dari program pemerintah.
“Katanya mau ke sana, di lapangan tidak jalan. Petanya mau ke mana, tidak jelas juga,” kata dia.
Taggar ini sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat terus berjuang dan tidak putus asa menghadapi segala masalah.
“Jangan putus asa,” kata dia.
Taggar dengan lambang garuda, sebelumnya sempat muncul namun dengan latar warna biru dan viral di media sosial. Ini menjadi simbol perlawanan terhadap DPR karena sudah menyepakati RUU Pilkada yang justru bertentangan dengan putusan MK. (*)






