News  

BNPB Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Banjir Jabodetabek

Petugas saat mengevakuasi korban banjir di Bekasi. BNPB memastikan akan melanjutkan operasi modifikasi cuaca sampai 8 Maret 2025 untuk mengurangi potensi hujan deras dan banjir di Jabodetabek. (doc/instagram @aldhichandras)

JAKARTA – Operasi Modifikasi Cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Jabodetabek memasuki hari ke tiga. Berdasarkan hasil pemantauan, wilayah Jabodetabek tidak mengalami hujan setelah operasi ini mulai berjalan.

Situs bnpb.go.id menyebut, operasi operasi ini dilakukan dengan enam sorti penerbangan. Pada penerbangan hari kedua, BNPB sudah menyemai langit Jawa Barat dengan 4 ton Natrium Chlorida (NaCl) dan 2 ton kalsium oksida (CaO). Untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca, BNPB menggunakan mengandalkan pesawat Cessna Caravan PK-SNP.

Penerbangan ini terbagi dalam 6 sorti di berbagai lokasi. Sorti pertama adalah perairan utara Jawa Barat. Berikutnya sisi utara Bekasi dan yang ketiga, pesawat ini terbang di atas kota Bekasi. Sementara sorti ke empat, pesawat mengudara di Bekasi dan Karawang. Di sesi ke lima, pesawat melintasi pesisir Karawang hingga Pamanukan. Dan terakhir, mengitari Jatiuhur dan area Bandung.

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca dari Selasa (4/3/2025) hingga Rabu (5/3/2025), sudah menghabiskan bahan semai sebanyak 9.000 kg NaCl dan 2.000 kg CaO.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, PhD menyebut, Operasi Modifikasi Cuaca akan berlanjut hingga 8 Maret 2025. Keputusan ini berdasarkan data dan analisis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan lebat di wilayah Jabodetabek hingga 11 Maret mendatang.

Diharapkan, operasi ini dapat membantu mengurangi curah hujan yang berpotensi turun di wilayah Jabodetabek, sehingga meminimalkan risiko banjir susulan serta mempercepat proses tanggap darurat dan transisi pemulihan di daerah terdampak.

“Operasi OMC dapat mengurangi curah hujan yang berpotensi turun di wilayah Jabodetabek. Sehingga meminimalkan risiko banjir susulan, serta mempercepat proses tanggap-transisi darurat di Jabodetabek,” terangnya.

Sepanjang Februari hinga Maret 2025, banjir sudah melanda DKI Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang. Fokus penanganan pasca banjir adalah Bekasi dan Bogor karena banyak perumahan dan fasilitas umum yang terdampak. (*)