CILACAP – Gudang Bulog yang ada di Maos, Cilacap punya target mampu penyerapan gabah dari petani sebanyak 11.515 ton. Ini sesuai dengan target pemerintah dalam program penyerapan gabah langsung dari petani. Sekaligus porgram penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6500 per kg.
Target dari penyerapan gabah oleh, untuk bisa menciptakan kestabilan harga yang akan menguntungkan petani. Baik saat musim panen, ataupun musim tanam. Karena biasanya, harga gabah akan jatuh saat musim panen dan melambung saat stok gabah menipis. Kondisi ini tentu akan merugikan petani.
Situs cilacapkab.go.id menuliskan berita denga tajuk “Kodim 0703/Cilacap dan Bulog Pantau Serapan Harga Gabah Petani”.
Di berita ini, ada penjelasan dari Kepala Komper Bulog Maos, Rusito. Menurutnya, pihaknya sudah ada target terkait penyerapan gabah petani dari Bulog.
“Target penyerapan gabah sebanyak 11.515 ton dan target penyerapan dalam bentuk beras sebesar 38.830 ton,” kata Kepala Bulog Maos itu.
“Dengan penyerapan gabah kering ini, kami berharap dapat memastikan pasokan beras di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Cilacap,” terangnya.
Komandan Kodim Cilacap, Letkol Inf Andi Yuliazi, SE, MIP, mengatakan, TNI ingin memastikan petani mendapat harga yang layak untuk hasil pertanian.
Dengan harga pembelian gabah yang telah ditetapkan, program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi petani dan menjaga kestabilan harga pangan di pasar.
“Oleh karena itu, kami bersama Bulog dan instansi terkait, bekerja sama untuk menyerap gabah kering petani dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Semoga melalui program ini, petani dapat semakin sejahtera,” ujarnya.(*)






