JAKARTA – Korupsi dan Pertamax oplosan belum juga reda, kini publik geger dengan video viral berupa Minyakita yang kurang takaran. Atau yang isinya tidak sesuai yang tertera di label. Video ini muncul di hampir semua platform media sosial.
Akun tiktok @miepejuan memposting video viral. Pemilik akun mencoba menakar ulang isi Minyakita kemasan 1 liter. Hasilnya, botol ini hanya terisi 750 ml. Dia lalu membandingkan dengan minyak merk lain yang isinya sesuai dengan label.
“Hati Hati Yah saya salah satu korban, beli minyak kita bertulisan 1 Liter pas di tuang cuman 750 ml. Beli di harga 1 liter,” tulis pemilik akun di postingan tersebut.
Video ini sontak viral dan menarik perhatian masyarakat. Mayoritas mengecam tindakan penipuan minyak kemasan merk Minyakita.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, juga mendapati takaran Minyakita yang tidak sesuai tulisan di label. Dia melihat sendiri takaran Minyakita tersebut saat melakukan sidak ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Amran nampak kesal dengan temuan di pasar tersebut. Menurutnya, HET Minyakita juga lebih tinggi yakni Rp 18 ribu karena seharunya hanya RP 15.700. Selain itu, takaran Minyakita atau volumenya tidak sesuai dengan yang tertera di label.
“Ini adalah bentuk kecurangan yang merugikan rakyat, terutama di bulan Ramadhan, saat kebutuhan bahan pokok meningkat,” ujarnya.
Temuan ini lantas membuat Bareskrim Polri langsung turun tangan. Bareskrim Polri mendapati 3 produsen melakukan tindakan curang dengan mengurangi isi dan volume Minyakita. Masing masing adalah PT Artha Eka Global Asia di Depok, Koperasi Produsen UMKM Kelompok Terpadu Nusantara, Kudus, Jawa Tengah. Dan terakhir adalah PT Tunas Agro Indolestari, Tangerang. (*)






