JAKARTA – Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyebut, tahun ini pelaksanaan ibadah haji berpotensi menjadi Haji Akbar. Dengan begitu, jemaah haji akan merasakan banyak keistimewaan karena keutamaannya yang berlipat ganda.
Haji adalah ibadah istimewa yang membutuhkan persiapan matang. Mengingat sebagian besar jemaah baru pertama kali menunaikan haji, bimbingan manasik menjadi sangat penting. Tujuannya adalah memastikan ibadah haji berjalan lancar, sesuai rukun, wajib, dan sunnah, serta meraih predikat mabrur.
Namun, jemaah haji belum tentu bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa. Karena ada momen saat ibadah haji menjadi lebih istimewa dan banyak keutamaan.
Haji Akbar adalah ibadah haji yang puncaknya bertepatan dengan hari Jumat dan hari Arafah, atau hari penyembelihan hewan qurban. Juga ada nama lainnya seperti haji agung atau haji yang istimewa.
Menag menyampaikan potensi pelaksanaan haji tahun ini sangat berbeda. Karena Haji Akbar memiliki keutamaan hingga 70 kali lipat dari ibadah haji biasa.
“Tahun ini Insya Allah akan mendapatkan haji akbar,” ujar Nasaruddin Umar.
“Keutamaannya, 70 kali lebih utama daripada haji biasa. Inilah bapak ibu kekasihnya Allah yang mendapatkan undangan berangkat ke Tanah Suci,” kata dia.
Menag meminta agar para jemaah haji tidak putus dalam berdoa selama di Tanah Suci. Termasuk mendoakan seluruh bangsa di tanah air secara bersama-sama.
“Kalau sudah sampai di tanah suci, jangan egois. Apa maksudnya? Jangan hanya mendoakan diri sendiri. Doakan saudara-saudara kita muslimin dan muslimat. Ini yang dicontohkan Rasulullah,” pesan Menag.
Tahun ini, Jumlah calon jemaah haji Indonesia untuk tahun 2025 adalah 221.000 orang. Jumlah ini terdiri dari 203.320 kuota jemaah reguler dan 17.680 kuota jemaah haji khusus. (*)






