CILACAP – Pemkab Cilacap sudah siapkan anggaran untuk menjalankan program pengentasan kemiskinan. Nilai anggaran tersebut mencapai Rp 373,9 miliar.
Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya menyebutkan, ada tantangan besar bagi Cilacap dalam pengentasan kemiskinan. Tantangan tersebut tidak hanya masalah keterbatasan anggaran pengentasan kemiskinan di Cilacap. Namun juga masalah ketimpangan kesejahteraan.
Namun juga tingginya angkan kemiskinan di Cilacap yang jauh di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah ataupun nasional
Berdasarkan data di tahun 2024, angka kemiskinan yang cukup tinggi yakni 10,68 persen dari total 2.059.748 jiwa. Selain itu, sebanyak 21.790 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem.
“Tingkat pengangguran terbuka penurunan, juga tinggi, di angka 7,83 persen,” ujar Ammy yang juga Wakil Bupati Cilacap.
“Ini menunjukan kesempatan masyarakat Cilacap masih rendah. Jadi masih banyak warga Cilacap bekerja ke luar negeri, yang menyebabkan partisipasi pemilu kemarin rendah,” katanya.
Saat ini ada 37 desa prioritas yang menjadi fokus pendampingan tim penanganan kemiskinan di Cilacap.
“Selama ini ada tiga strategi pengentasan kemiskinan di Cilacap, yakni pertama mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan,” ujarnya.
Dia menambahkan, anggaran pengentasan kemiskinan di Cilacap, ada kemungkinan bertambah. Jumalhnya bisa mencapai Rp 13,2 milar yang berasal dari CSR sejumlah perusahaan di Cilacap.
“Masih ada anggaran CSR dari berbagai perusahaan di Cilacap 13,2 miliar,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sujatimiko mendorong Cilacap dengan agar investasi kewirausahaan untuk atasi masalah kemiskinan. Sekaligus untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan. Masuknya investasi kewirausahaan ini diarahkan bagi para nelayan, petani dan birokrasi.
“Kita bicara kemiskinan dan juga investasi untuk menciptakan lapangan kerja. Yang paling penting menurut saya dalam pengentasan kemiskinan di Cilacap (selain anggaran) adalah mendorong kewirausahan di kalangan petani, nelayan dan birokrasi,” kata Budiman Sudjatmiko. (*)






