News  

Teka-teki Sosok Pengamat Musuh Negara, Mentan Amran Beberkan Semua

Mentan Amran Sulaiman jelaskan sosok pengamat yang jadi musuh negara. Dia memastikan, pengamat ini sering melontarkan kritik tapi punya misi pribadi. (doc)

JAKARTA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman, akhirnya membuka teka-teki sosok yang dia sebut pengamat tapi musuh negara. Sosok ini selalu memberikan kritik atas program Kementerian Pertanian. Namun ujung-ujungnya, terlibat dalam proyek pengadaan barang fiktif di kementerian tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut, ada salah satu pengamat yang justru jadi musuh negara. Dalam waktu dekat, sosok ini akan segera masuk bui karena berkasnya sudah lengkap. Pernyataan Mentan Amran ini jadi viral dan mengundang perhatian luas dari berbagai kalangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melontarkan pernyataan mengejutkan saat menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Sosok pengamat yang jadi musuh negara ini, kemudian Amran beberkan saat memberikan keterangan pers di Kementan.

“Yang kami maksud, ada si A, si B, yang dari dulu mengkritik. Dan kami menganalisa kritiknya sebagian tidak konstruktif, datanya sering salah. Puncaknya adalah punya agenda, saat kami sudah tidak menjabat, dia terlibat proyek di Kementeria Pertanian,” ujar Amran.

“Dan proyeknya sebagian hasilnya fiktif dan itu barang tidak digunakan,” kata dia.

Dia memastikan, kasus yang melibatkan sosok pengamat yang jadi musuh negara ini sudah dia laporkan ke aparat. Sosok tersebut, sudah sejak lama memberikan kritik ke Kementerian Pertanian.

Dari hasil analisa versi Kementan, tindakan sosok pengamat musuh negara ini sudah mengakibatkan kerugian negara. Potensi kerugian mencapai Rp 5 miliar.

“Potensi kerugian negara Rp 5 miliar. Silahkan ditulis dan saya bertanggung jawab. Saya tidak sebut nama,” kata dia.

Amran menyebut, pihaknya akan dengan tegas mengambil tindakan jika ada yang mencoba bermain-main di Kementan. Terbukti, ada beberapa staf di Kementan yang dia pecat karena menerima fee. Bahkan staf ini dalam waktu dekat akan menjalani proses hukum.

“Surat pemecatan sudah saya tanda tangani. Status sudah tersangka,” katanya. (*)