BANDUNG – Amunisi afkir milik TNI AD yang meledak di Garut, berukuran cukup besar dan sangat mungkin merupakan jenis amunisi untuk senjata artileri. Ini dengan memperhatikan perbandingan ukuran amunisi afkir dengan tubuh anggota TNI.
Dalam foto yang beredar di media massa, nampak sejumlah anggota TNI tengah menyusun amunisi afkir di sebuah lubang di Kabupaten Garut. Panjangnya kurang lebih sama dengan lengang orang dewasa.
Terlihat satu orang yang ada di lubang, mengangkat amunisi afkir dengan menggunakan kedua tangannya. Tentu saja, amunisi seperti ini bukan dari tipe senjata laras panjang apalagi jenis genggam.
Sejumlah sumber menyebutkan, jenis amunisi afkir yang meledak di lahan milik BKSDA Garut masuk kategori Munisi Kaliber Besar (MKB). Yang masuk MKB antara lain mortir dan granat tangan. Selain itu, juga ada Munisi Kaliber Kecil (MKK). Biasanya, amunisi ini untuk pistol, SS1 dan senjata dengan kaliber 5.56, 7.62.
Seperti diketahui, 13 orang meninggal dunia dalam insiden ledakan saat pemusnahan amunisi afkir di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Korban terdiri dari 4 anggota TNI Angkatan Darat dan 9 warga sipil.
Insiden tragis terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Yaki saat jajaran Gudang Pusat Amunisi 3 dari Pusat Peralatan TNI AD tengah melaksanakan prosedur pemusnahan amunisi afkir di Garut. Kegiatan tersebut semula telah melalui tahap pengecekan menyeluruh, baik terhadap personel maupun lokasi peledakan.
Kadispenad TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudayana, menjelaskan bahwa proses pemusnahan awal berlangsung sesuai prosedur. Petugas berhasil meledakan semua jenis amunisi afkir di dua lubang sumur dan berjalan aman tanpa ada korban jiwa.
Namun, tragedi terjadi saat tim penyusun amunisi sedang menyiapkan satu lubang tambahan untuk menghancurkan sisa-sisa detonator dari peledakan sebelumnya. Ketika penyusunan detonator tengah berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat di dalam lubang tersebut. Ledakan inilah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. (*)






