News  

Bos Danantara Kaji Kerja Sama Garuda dan Boeing

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani saat memberikan keterangan pers. Rosan menyebut, Danantara dan Garuda tengah kaji kerja sama antara perusahaan penerbangan itu dengan Boeing. (doc/rosanroeslani)

JAKARTA – CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mengakui tengah mengkaji kerja sama antara Boeing dengan Garuda Indonesia. Ini setelah ada pertemuan antara Danantara, petinggi Boeing AS dan regional Asia dengan Garuda.

Rosan menjelaskan, pertemuan ini memang membahas kerja sama antara Garuda dengan Boeing yang sempat tertunda akibat pandemi Covid19.

“Yang dengan Boeing, kami memang menerima pimpinan Boeing Amerika Serikat dan dan regional. Ini menyangkut pada kesiapan Boeing untuk kerja sama dengan Garuda,” katanya.

“Dulu sempat ada komitmen yang tertunda karena Covid19,” katanya.

Dia menambahkan, materi pembicaraan di pertemua ini yakni membahas kelanjutan dari kerja sama antara Garuda dan Boeing. Termasuk kemungkinan melakukan revisi atas MoU kedua belah pihak. Untuk saat ini, Danantara dan juga Garuda tengah melakukan pendalaman.

“Ya ada sedang di kaji oleh tim di Garuda dan Danantara,” kata dia.

Selain mengkaji kerja sama Garuda dengan Boeing, Danantara juga sudah memiliki beberapa daftar proyek investasi. Bahkan beberapa agenda proyek, sudah tinggal memasuki fase ekseusi. Yakni mengucurkan dana dari Danantara ke proyek tersebut.

“Kita ada list project. Sebagian sudah ada yang hampir final. Kita kan juga harus melalukan proses du diligent dengan baik seperti dari segi finansial, legal, administrasi dan tekhnologi,” terangnya.

Namun dia tidak menjelaskan secara rinci proyek apa saja yang ada dalam daftar di Danantara tersebut.

“Dalam beberapa waktu dekat lagi, ada beberapa investasi yang kita lakukan dan kita buka ke publik,” kata Rosan.

Dia menyebut, laporan ke publik sebagai bentuk pertanggung jawaban Danantara. Ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo yang menginginkan pengelolaan Danantara secara terbukan, akuntable dan tata kelola yang benar.

“Jadi memang penekanan di tata kelola, di transparansi, keterbukaan, dan juga akuntabilitas,” tegasnya. (*)