JAKARTA – Kemenag meminta jemaah haji untuk mewaspadai suhu ekstrem berupa cuaca panas yang melanda Arab Saudi. Cuaca panas menjadi tantangan serius selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Menurut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Akhmad Fauzin, suhu di Makkah saat ini mencapai 39–43 derajat Celsius pada siang hari. Malam hari pun tetap terasa hangat.
“Cuaca panas dapat berdampak serius, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit bawaan,” kata Fauzin dalam konferensi pers, Rabu (21/5/2025).
Pemerintah mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, membatasi aktivitas di luar ruangan. Juga untuk selalu menggunakan pelindung kepala. Jemaah haji juga mesti membawa air minum atau semprotan air untuk mengatasi serangan cuaca panas atau heatstroke.
Tim kesehatan dan petugas kloter disiagakan untuk memantau kondisi jemaah. Jika mengalami gejala gangguan kesehatan akibat cuaca panas, jemaah haji bisa segera melapor ke petugas.
Hingga hari ke-21 operasional haji, sebanyak 135.093 jemaah sudah tiba di Arab Saudi termasuk 29.449 jemaah haji lansia. Sebanyak 100.440 telah berada di Makkah untuk menjalani ibadah haji.
Fauzin juga menyampaikan kabar duka. Sebanyak 35 jemaah wafat, terdiri dari 26 laki-laki dan 9 perempuan.
“Kami sampaikan belasungkawa mendalam. Semoga Allah menerima amal ibadah mereka dan menempatkan mereka di surga-Nya,” ucapnya.
Saat ini, petugas dan para jemaah haji bersiap menjalani ibadah Armuzna. Yakni rangkaian ibadah di 3 tempat suci di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Tantangan paling besar adalah saat wukuf di Arafah.
Jika kondisi cuaca sangat panas, tentu akan berpengaruh pada kesehatan jemaah haji di Arafah. Karena mereka harus menjalankan berpuasa dari pagi hingga petang. Setelah itu, jemaah haji harus melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina. (*)






