News  

Hujan saat Kemarau Bikin Produksi Padi Petani Cilacap Bakal Meningkat

ilustrasi

CILACAP – Mundurnya awal musim kemarau dengan tanda ada masih adanya hujan, membuat produksi padi petani di Cilacap bisa meningkat. Karena hujan ini, bisa memastikan pasokan air sepanjang tahun. Terutama bagi pemilik sawah tadah hujan, atau dengan irigasi sederhana.

BMKG memperkirakan kemarau di sejumlah daerah di Jawa Tengah berpotensi mundur dari biasanya. Karena sampai dengan Mei 2025, masih ada wilayah dengan curah hujan sedang di awal musim kemarau. Wilayah tersebut Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Banjarnegara, Wonosobo dan Purworejo. Juga Kabupaten Magelang, Temanggung serta Semarang. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Semarang dan Magelang.

Dengan adanya hujan saat kemarau, petani bisa tanam padi 3 kali setahun. Dengan begitu, petani Cilacap bisa meningkatkan produksi padi.

Seperti petani di Kecamatan Majenang, Cilacap. Dari 3849 hektar sawah, masih ada 1003 yang mengandalkan irigasi sederhana. Lahan ini tersebar di 7 desa yang berada di daerah perbukitan di Kecamatan Majenang. Petani setempat mengandalkan pasokan air melalui irigasi sederhana.

Namun musim tanam ini, petani di sisi utara Cilacap ini sangat mungkin meningkatkan produksi padi. Mereka tidak perlu khawatir mengalami kesulitan air.

“Petani di pegunungan bisa tanam dan panen 3 kali hingga produksi padi bisa meningkat,” ujar PPL Kecamatan Majenang, Cilacap, Asikin.

Menurutnya, petani di wilayah ini sangat beruntung dengan mundurnya musim kemarau atau kemarau basah. Dengan demikian, mereka tidak khawatir dengan pasokan air ke sawah. Karena biasanya, musim kemarau petani di pegunungan mengalami kendala air.

“Kendala petani di daerah kita memang air. Kalau kemarau sering kali kesulitan. Tapi sekarang bisa lebih aman,” terangnya.

Kabupaten Cilacap menjadi salah satu daerah penghasil padi utama di Jawa Tengah. Pada tahun 2023, produksi padi di Cilacap mencapai 772,49 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling), naik dari tahun 2022 yang sebesar 772.113 ton GKG. Produksi padi ini memberikan kontribusi sekitar 7% terhadap produksi padi Jawa Tengah. (*)