JAKARTA – Kalah telak dari Jepang dengan skor akhir 6-0, bukan hal menyenangkan bagi semua pemain dan pelatih Timnas Indonesia. Namun, untuk bisa mengimbangi Jepang bukan perkara mudah. Tim Samurai Biru sudah jadi langganan Piala Dunia dan kualitas pemain di atas rata-rata Asia.
Timnas kalah telak dari Jepang di laga terakhir penyisihan grup C Kualifikasi Piala Dunia. Usai wasit meniup peluit panjang, papan skor memperlihat angka 6-0 untuk kemenangan Samurai Biru.
Gol lahir dari Daichi Kamada di meni 15 melalui sundulan. Lalu Takefusa Kubo menggandakan keunggulan. Di masa injury time, gawang Emil Audero kembali jebol usai Daichi Kamada memasukan si kulit bundar. Akhir babak pertama, Timnas terlihat lemas dan bakal kalah telak dari Jepang.
Di babak kedua, Jepang kembali menguasai pertandingan dan tak ingin mengendorkan serangan. Ryoya Morishita di menit 55 memaksa Emil memungut bola dari gawangnya. 3 menit berselang, giliran Shuto Macino yang menjebol gawan Emil Audero. Mao Hosoya memberi gol penutup dan memastikan Timnas kalah telak dari Jepang.
Usai laga, muncul komentar yang menyudutkan 1 atau 2 pemain Timnas Indonesia yang mengakibatkan kalah telak dari Jepang. Komentar menyasar pemain seperti Mees Hilgers dan Beckham Putra.
“Gua ga setuju,” ujar pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana.
Menurutnya, Beckham Putra baru 2 kali bergabung dengan Timnas Indonesia. Di laga debut, dia turun sebagai pengganti saat mengalahkan China di GBK. Baru saat melawat ke Osaka, Patrick Kluivert memainkannya sebagia starter.
“Gimana chemistry-nya,” kata dia.
“Dia juga bekerja keras sepanjang laga. Juga ada beberapa pemain yang ga perform,” katanya.
Menurutnya, kalah dari Jepang dengan skor 6-0 merupakan kekalahan secara tim. Hingga tidak tepat menyalahkan satu atau dua pemain saja.
“Mereka gagal sebagai tim, menang juga sebagai tim. Termasuk pelatih-pelatihnya,” tegasnya.
Dia menambahkan, Patrick Kluivert nyaris tidak punya waktu untuk mematangkan strategi. Termasuk tidak ada kesempatan menggelar uji coba.
“Biar bisa melakukan eksperimen,” tegasnya. (*)






