JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert sudah harus ganti pola permainan dengan tidak berpaku pada formasi lama. Hal ini agar peluang timnas kian besar menuju Piala Dunia.
Usai Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia, Timnas sudah bersiap untuk bertarung di Ronde 4. Calon lawan semuanya dari kawasan Timur Tengah. Indonesia lolos bersama UAE, Qatar, Irak, Oman dan Arab Saudi. Ke enam negara ini akan dibagi dalam 2 grup.
Namun begitu, keberhasilan Timnas lolos ke Ronde 4 bersama Patrick Kluivert, bukan tanpa masalah sama sekali. Justru, masalah terlihat jelas ketika 2 kali melawan Jepang. Juga saat kalah dari Australia dan China.
Pengamat sepak bola tanah air, Justinus Lhaksana menyebut Patrick Kluivert harus berani untuk ganti pola Timnas. Terutama saat melakoni 2 laga uji coba melawan Lebanon dan Kuwait.
Laga uji coba ini sekaligus menjadi momen Patrick Kluivert untuk melakukan uji coba, dan melihat pemain yang cocok untuk tiap pola.
“Lawan Lebanon, gua harap (pelatih Timnas) Patrick Kluivert berani pakai 4-3-2-1,” katanya.
“Kita punya pemain dengan kualitas cocok pakai 4 bek,” katany lagi.
Dia mencontohkan Calvin Verdonk dan Kevin Diks. Mereka sudah terbiasa bermain dengan pola 4 bek. Sekaligus menerapkan garis pertanahan tinggi atau high defence. Dengan strategi ini, maka pemain tengah dan penyerang bisa menerapkan high pressure saat lawan mencoba build up serangan.
Dia menambahkan, formasi 3 bek kualifikasi juga kurang solid. Seperti saat kalah dari Australia, China dan dua kali melawan Jepang. 3 bek ini juga sulit untuk menerapkan pola pertahanan tinggi, agar lebih dekat dengan lini tengah.
“3 bek ini selalu kesulitan untuk highline defence,” katanya.
Dia berharap agar Patrick Kluivert bisa ganti pola Timnas selama uji coba. Kalau memang ini berhasil, maka bisa diterapkan saat Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia.
“Dari dua match, hasilnya kita petik di bulan Oktober,” tegasnya. (*)






