MATARAM – Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB mengautopsi jenazah Pedro Henrique dos Santos Oliveira, pendaki asal Brasil yang meninggal saat mendaki Gunung Rinjani. Autopsi berlangsung pada Rabu (26/6/2025), dengan keluarga Pedro yang menyaksikan langsung prosesnya di ruang forensik.
Keluarga Ikut Proses Hingga Pemulangan
Keluarga Pedro tiba di Mataram sehari sebelum autopsi. Mereka segera menemui pihak rumah sakit dan kepolisian untuk memastikan proses hukum dan medis berjalan sesuai harapan. Kedutaan Besar Brasil di Jakarta ikut memfasilitasi dan mendampingi seluruh prosedur.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, menyatakan bahwa tim medis membuka seluruh proses kepada keluarga dan menjelaskan tahapan-tahapannya. “Kami memastikan transparansi. Keluarga bisa menyaksikan langsung setiap langkahnya,” ujarnya.
Pedro sempat hilang saat mendaki jalur Torean seorang diri. Tim SAR gabungan kemudian menemukan jasadnya di jalur ekstrem dengan kondisi medan yang sangat curam. Mereka mengevakuasi jasad Pedro selama dua hari akibat medan yang sulit dan cuaca yang tidak bersahabat.
Setelah menyelesaikan autopsi, tim forensik menyerahkan jenazah kepada keluarga. Mereka akan membawa jenazah Pedro kembali ke Brasil melalui jalur diplomatik. Kedutaan Brasil dan Kementerian Luar Negeri Indonesia mengoordinasikan proses pemulangan ini.(*)






