CILACAP – Meski cuaca sampai Agustus 2021 ini masih tidak menentu, belum membawa pengaruh bagi tanaman padi di Kabupaten Cilacap. Seperti dengan datangnya serangan hama wereng yang kerap muncul saat tanam padi di musim kemarau.
“Sekarang belum muncul masalah atau kendala,” ujar Ketua Gabungan Paguyuban Petani Pengguna Air (GP3A) Kecamatan Majenang, Wahyudi, Senin (16/8/2021).
Menurutnya, hal ini akan berbeda jika hujan turun secara terus menerus. Cuaca tidak menentu seperti sekarang ini, akan menurunkan kualitas beras atau rendemen. Artinya adalah prosentase buliran beras yang tidak pecah akan berkurang drastis.
“Rendemen akan turun kalau curah hujan tinggi,” katanya.
Dan pada musim penghujan seperti ini, sering muncul hama pengerat yang merusak tanaman padi. Serangan hama ini sudah mulai terjadi ketika umur tanaman masih muda atau di bawah 1 bulan.
Hewan pengerat ini akan muncul dan menyerang tanaman padi saat malam hari. Mereka keluar dari lubang dan memakan tanaman padi milik para petani. Baru saat tanaman sudah 2 bulan, serangan ini biasanya mulai melambat.
“Kalau musim penghujan serangan hama tikus sering muncul,” kata dia.
Petani ikan juga mengeluhkan cuaca yang tidak menentu ini. Penyebabnya karena cuaca seperti ini membuat kualitas air berkurang. Ujungnya adalah munculnya berbagai penyakit ikan. Atau membuat pertumbuhan ikan tidak maksimal. Dan paling parah adalah membuat ikan mati. Ketua Pokdakan Agro Mina Makmur Desa Penyarang, Eko Aji Priyono mengakui, cuaca tidak menentu berpengaruh terhadap kualitas panen ikan. Dia sangat mewaspadai kondisi ini. Terutama bagi petani ikan jenis gurameh, mujaer dan lainnya.
“Ini harus diwaspadai agar kualitas air tetap terjaga dan hasil panen ikan tetap baik,” kata dia. (*)






