Sport  

Super League Bukan Nama Baru Liga, PSSI Pernah Pakai di 2008

Kapten Persib Bandung, Mark Klock mengangkat trophy usai jadi Juara Liga 1. PT LIB resmi merubah nama Liga 1 menjadi Super League. (doc/persib)

JAKARTA – PSSI dan PT LIB kembali memakai nama Super League untuk kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Tanah Air. Nama liga super atau super league, sebelumnya pernah dipakai oleh operator liga dan PSSI.

Mulai musim kompetisi 2025, nama super league kembali diterapkan untuk divisi paling atas. Nama sebelumnya yakni Liga 1, kini hilang. Perubahan ini juga berlaku divisi kedua, yang sebelumnya menggunakan nama Liga 2 dan seterusnya.

Perubahan tersebut Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Langham, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2025).

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mengatakan alasan perubahan nama kompetisi.
“Mulai musim ini kami sudah melakukan rebranding LIB (Liga Indonesia Baru). Entitas tetap LIB, namun brandnya ialah I-League (bukan lagi LIB). BRI Super League untuk Liga 1 dan Pegadaian Championship untuk Liga 2,” ucap Ferry di situs resmi LIB.

Ternyata, penggunaan nama Super League bukan hal baru. Operator liga sebelumnya, yakni PT Liga Indonesia (PT LI) sudah pernah memakainya. Pada musim kompetisi 2008 hingga 2015, PT LI memakai nama Indonesian Super League atau ISL.

Dan Persipura Jayapura merajai era tersebut dengan 3 kali menjadi kampium edisi 2008, 2010 dan 2012. Antara 2008 hingga 2015, Persipura Jayapura 3 kali menjadi runner up.

Baru pada 2015, tidak ada juara atau runner up karena Indonesia terkena sanksi FIFA akibat dualisme liga dan timnas. Hingga tidak ada kompetisi di musim 2015 dan 2016. Yang ada hanya turnamen untuk tiap divisi dan tanpa ada promosi ataupun degradasi.

Lalu pada 2017, lahir PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan merubah nama liga menjadi Liga 1 untuk kasta tertinggi. Sementara divisi 2 menjadi Liga 2 dan seterusnya. Belakangan sempat muncul nama Liga Nusantara untuk mengakomodir klub amatir agar ada kompetisi berjenjang. (*)