Waspadai Rem Mobil Blong, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

ilustrasi

JAKARTA – Cuaca tak menentu, jalanan macet, serta beban mobil yang penuh memaksa komponen bekerja ekstra. Pengemudi pun harus memahami bahwa rem mobil blong bisa terjadi akibat kerja keras tanpa henti dalam waktu lama.

Banyak kecelakaan terjadi karena pengemudi mengabaikan gejala rem blong. Padahal, mereka bisa mencegahnya jika memahami pemicu dan cara penanganannya sejak awal.

Saat pengemudi menempuh jarak jauh tanpa istirahat, suhu tinggi dapat membuat rem blong. Karena itu, pengemudi perlu berhenti setiap dua jam agar sistem rem memiliki waktu untuk mendingin.

Muatan berat yang dibawa secara rutin membuat rem bekerja ekstra keras. Jika pengemudi tak melakukan pengecekan berkala, overheat akan memicu rem blong karena cairan dan kampas rem kehilangan efektivitasnya.

Gaya mengemudi ugal-ugalan, seperti menyerobot antrean atau zig-zag, memaksa rem bekerja keras. Pengemudi yang tak sadar risikonya bisa mengalami rem blong sewaktu-waktu.

Ketika mobil menuruni jalur curam dan pengemudi terus menekan pedal rem, potensi rem mobil blong meningkat. Apalagi jika mobil bermuatan penuh dan menggunakan transmisi otomatis yang minim fungsi engine brake.

Kebiasaan menginjak rem secara terus-menerus meski tidak diperlukan akan menyimpan panas di kaliper. Kondisi ini bisa menyebabkan rem blong saat kampas tak lagi mencengkeram cakram karena terlalu panas.

Mencegah Rem Blong

Rem mobil blong juga bisa timbul akibat gangguan teknis seperti vapor lock dan overheat. Saat suhu terlalu tinggi, minyak rem bisa mendidih dan menyebabkan sistem kehilangan tekanan.

Ketika kampas terlalu panas akibat pengereman terus-menerus, permukaannya kehilangan kemampuan mencengkeram. Akibatnya, mobil meluncur tak terkendali dan rem mobil blong tak bisa dihindari.

Untuk mencegah rem mobil blong, pengemudi wajib rutin mengecek cairan rem setiap pagi. Tambahkan cairan bila kurang, dan perhatikan potensi kebocoran di sekitar tabung.

Jika Anda sering mengisi ulang cairan rem dalam jumlah besar, segera bawa kendaraan ke bengkel resmi Toyota. Tindakan cepat bisa mencegah bahaya rem mobil blong di jalan.

Meski tutup tabung cairan rem rapat, uap air tetap bisa masuk dan membuat rem ‘masuk angin’. Jika dibiarkan, kondisi ini akan menyebabkan rem blong karena tekanan rem menghilang.

Endapan lumpur atau lumut di dasar tabung juga bisa menyumbat sirkulasi cairan. Jika pengemudi tak membersihkannya secara berkala, mereka berisiko mengalami rem mobil blong saat berkendara.

Pengemudi juga harus memeriksa kondisi kampas rem secara berkala. Meski terlihat tebal, kampas yang aus tetap berisiko tinggi menyebabkan rem mobil blong akibat penurunan gesekan.

Jika bengkel resmi menyarankan penggantian kampas, segera lakukan. Bila piringan cakram sudah bergelombang, sistem pengereman tidak akan optimal dan bisa memicu rem blong.

Posisi rem tangan juga memengaruhi sistem pengereman. Jika terlalu rendah, jarak antara kampas dan cakram jadi terlalu dekat, dan ini bisa menyebabkan rem mobil blong akibat sistem macet.

Gunakan rem tangan sebagai alternatif darurat bila rem mobil blong terjadi. Pastikan posisi klik berada dalam kisaran 5 hingga 8 agar rem tetap berfungsi normal. (*)