religi  

Inses, Dosa Terbesar Melebihi Zina. Ini Alasannya

ilustrasi

JAKARTA – Grup media sosial yang mempromosikan fantasi hubungan sedarah kini menarik perhatian masyarakat. Para anggotanya secara aktif menyebarkan konten menyimpang, bahkan menggambarkan hasrat terhadap anak sendiri. Ini mendakan karena para pelaku telah mempraktikkan inses, dosa terbesar di muka bumi yang melebihi zina.

Allah SWT secara jelas melarang umat Islam menjalin hubungan dengan wanita-wanita mahram, sebagaimana tercantum dalam surat An-Nisa’ ayat 23. Islam mengarahkan umatnya untuk menjauhi hubungan sedarah. Para pelaku inses telah melakukan dosa terbesar melebihi zina. Tindakan seperti ini bertentangan dengan fitrah dan nilai-nilai agama.

Allah memerintahkan manusia untuk meninggalkan segala bentuk dosa yang tampak maupun tersembunyi. Ulama tafsir menafsirkan bahwa zina dengan mahram tergolong dalam dosa yang tampak. Dengan demikian, siapa pun yang melakukan inses, telah melanggar perintah ini secara terang-terangan, karena inses merupakan dosa terbesar melebihi zina yang Allah kutuk sejak awal.

Para ulama seperti Imam As-Sam’ani secara eksplisit menegaskan bahwa zina dengan wanita mahram adalah bentuk dosa yang nyata. Melalui tafsirnya, mereka menjelaskan bahwa orang-orang yang melakukan inses telah melakukan pelanggaran berat, karena inses termasuk dosa terbesar melebihi zina, yang merusak kemuliaan keluarga dan nilai-nilai syariat.

Ulama Sepakat Menempatkan Inses Sebagai Dosa Paling Berat

Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dan Ibnu Nuhas Al-Dimasyqi menempatkan inses di atas semua tingkatan perzinaan lainnya. Mereka menjelaskan bahwa para pelaku inses telah menodai kehormatan mahramnya sendiri. Oleh sebab itu, para ulama sepakat bahwa inses merupakan dosa terbesar melebihi zina.

Allah telah mengharamkan hubungan sedarah sejak zaman Nabi Adam AS. Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan bahwa larangan menikahi ibu dan anak perempuan sudah berlaku sejak awal manusia diciptakan. Maka, setiap pelaku inses artinya telah menolak hukum Isalm yang berlaku sejak zaman awal. Inses adalah dosa terbesar melebihi zina dan tak pernah mendapat pembenaran dalam agama mana pun.

Imam Al-Qarafi mengingatkan umat agar menjaga perilaku terhadap mahram, termasuk menghindari kontak fisik yang bisa menimbulkan syahwat. Ketika seseorang mulai menikmati tubuh mahramnya sendiri, dia telah melampaui batas larangan Allah. Maka, siapa pun yang melakukan inses, telah jatuh dalam dosa terbesar melebihi zina. Bahkan lebih hina daripada zina dengan wanita asing.

Inses bukan bentuk cinta, tetapi pelanggaran berat terhadap hukum Tuhan dan tatanan keluarga. Pelaku inses telah mencampakkan kehormatan dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga. (*)