Demokrasi dan Persaudaraan: Bahlil Buka Suara soal Gerindra dan PDIP

Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia merespons kedekatan Gerindra dan PDIP diibaratkan Presiden Prabowo Subianto seperti adik dan kakak. (doc)

JAKARTA – Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal hubungan kedekatan Gerindra dan PDIP yang ia ibaratkan seperti adik dan kakak. Bahlil menegaskan bahwa Golkar juga membangun hubungan kedekatan serupa dengan Gerindra.

Sebagai Menteri ESDM, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah perlu menjaga hubungan kedekatan dengan PDIP meskipun partai itu tidak tergabung dalam kabinet. Ia menyampaikan bahwa Presiden akan menentukan posisi PDIP, namun semua pihak tetap harus menjaga hubungan baik.

Presiden Prabowo menyampaikan hubungan antara PDIP dan Gerindra saat ia meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa PDIP dan Gerindra memiliki relasi seperti kakak dan adik dalam dinamika demokrasi.

Dalam acara yang berlangsung di Desa Bentangan, Klaten, Prabowo mengutip semangat Presiden Sukarno tentang kesejahteraan rakyat. Ia menyampaikan bahwa Bung Karno milik semua rakyat Indonesia sambil menekankan pentingnya hubungan antar elemen bangsa.

Prabowo kembali menegaskan bahwa PDIP dan Gerindra tetap memiliki kedekatan meskipun berbeda kubu pada Pilpres 2024. Ia menyebut oposisi dalam demokrasi tetap harus bersaudara dan saling mengoreksi. (*)