religi  

Waspadai Pertemanan Toxic yang Merusak Akhlak dan Iman

Ilustrasi

JAKARTA – Masyarakat kini merasakan langsung dampak pertemanan toxic yang semakin marak di era digital. Banyak orang kehilangan keharmonisan dan kedekatan emosional yang tulus akibat pergaulan yang penuh kepalsuan dan tekanan.

Manusia terus menjalin komunikasi dalam dunia digital meski merasa tidak nyaman. Mereka tetap mempertahankan pertemanan dengan berpura-pura bahagia hanya demi terlihat normal di mata orang lain.

Allah sudah memperingatkan umat manusia melalui Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 27–29. Ayat ini menggambarkan penyesalan orang zalim karena salah memilih teman. Umat Islam harus menghindari pertemanan toxic yang menjauhkan dari peringatan Allah dan kebenaran.

Manusia memiliki tanggung jawab sosial untuk memilih teman yang membawanya pada kebaikan. Dalam realitas hidup, banyak orang justru terjebak dalam pertemanan toxic karena tidak berhati-hati dalam bergaul di lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat.

Menyamakan teman baik

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan umatnya untuk memilih teman dengan hati-hati. Dalam hadits, beliau menyamakan teman baik seperti penjual minyak wangi dan teman buruk seperti pandai besi. Sabda ini sangat relevan untuk menghindari pertemanan yang bisa membahayakan akhlak dan jiwa.

Banyak orang merasakan tekanan batin karena berteman dengan individu yang suka menjatuhkan, menuntut berlebihan, atau suka bergosip. Mereka tetap bertahan dalam pertemanan meskipun pertemanan itu menyakiti mental dan merusak rasa percaya diri.

Para ulama, seperti Imam Badruddin al-‘Aini, juga mengingatkan agar umat Islam menjauhi teman yang menyebarkan kebatilan. Mereka yang menyukai gosip dan pembicaraan sia-sia sering menjadi sumber toxic yang wajib dihindari demi menjaga diri dari kerusakan moral.

Al-Qur’an pun menegaskan bahaya berteman dengan orang salah. Dalam surat Al-Furqan, Allah menggambarkan bagaimana orang zalim menyesal karena mengikuti teman yang menyesatkannya. Setiap Muslim harus melepaskan diri dari pertemanan toxic sebelum terlambat.

Imam Sahl at-Tustari mengingatkan agar umat Islam tidak bersahabat dengan penguasa lalai, ulama penjilat, dan sufi yang jahil. Ketiga golongan ini sering menjadi pelaku pertemanan toxic yang menyesatkan dan merusak nilai-nilai agama.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, mari kita berdoa agar Allah membimbing kita dalam memilih teman yang baik. Semoga Allah menjauhkan kita dari pertemanan toxic dan mendekatkan kita pada lingkungan yang membawa ketenangan, kebaikan, dan ridha-Nya. (*)