JAKARTA — Tiga hari pasca Pasar Puring terbakar, kobaran api masih menyala di sejumlah titik kawasan Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu, 30 Juli 2025.
Asap putih terus mengepul dari puing-puing Pasar Puring pasca terbakar. Ini menandakan proses pendinginan belum selesai sepenuhnya. Sementara itu, sejumlah warga masih bertahan di sekitar lokasi. Meskipun jumlah mereka sudah berkurang dari hari sebelumnya.
Petugas pemadam kebakaran terus memadamkan bara api yang tersisa sejak kebakaran terjadi pada Senin, 29 Juli 2025. Garis polisi masih membentang di sekitar lokasi pasca Pasar Puring terbakar hebat. Namun para pedagang tetap nekat masuk untuk mencari sisa dagangan yang mungkin bisa mereka jual kembali.
Beberapa pedagang mengais puing-puing hangus, berharap menemukan barang yang masih layak jual. Di antara tumpukan puing dan debu, mereka menemukan sepatu yang tersisa, meski hanya sebelah dan dalam kondisi rusak.
Di sepanjang Jalan Kyai Maja, sejumlah pengemudi ojek daring berhenti untuk menyaksikan proses penanganan pasca kebakaran. Beberapa dari mereka, mengabadikan kondisi Pasar Puring pasca terbakar yang menyisakan puing.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah daerah akan segera memperbaiki Pasar Puring. Ia menegaskan bahwa proses revitalisasi harus secepatnya dilakukan agar para pedagang bisa kembali menjalankan usaha mereka.
“Tentunya tetap akan kita perbaiki, kita persiapkan karena pasar itu adalah pasar rakyat yang dibutuhkan oleh rakyat setempat dan itu pasar yang aktivitasnya masih sangat tinggi,” ujar Pramono.
Kebakaran yang terjadi pada Senin malam itu meludeskan 552 kios dan membakar area seluas 1.500 meter persegi. Tim investigasi menduga korsleting listrik dari sebuah toko pakaian bekas menjadi pemicu awal kebakaran, saat toko dalam keadaan tertutup.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut memicu kerugian hingga Rp30 miliar dan meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang dan warga sekitar. (*)






