BANJAR NEGARA – Wisatawan lokal maupun mancanegara sering mengunjungi Kawah karena keindahan geotermalnya. Mereka terpukau oleh pemandangan asap dan kolam berwarna yang unik. Legenda lokal menyebutkan bahwa Kawah Sikidang berasal dari kisah kijang melompat-lompat di area tersebut. Warga Dieng menamai kawah ini berdasarkan kata “kidiang” dalam bahasa Jawa.
Aktivitas vulkanik di menghasilkan asap belerang yang mengepul dari celah tanah. Kamu bisa mencium aroma belerang yang cukup kuat di sekitarnya. Kolam panas di Kawah menampilkan warna hijau hingga kuning karena kandungan mineral yang bervariasi. Pengunjung sering mengabadikan warna air yang berubah-ubah itu.
Fumarol dan solfatara muncul di beberapa titik Kawah Sikidang. Fumarol mengeluarkan uap panas, sedangkan solfatara menyemburkan gas belerang dari perut bumi. Peneliti dan pecinta geologi sering menjadikan Kawah sebagai tempat belajar fenomena geotermal. Mereka memanfaatkan momen itu untuk observasi lapangan.
Kamu bisa menikmati berbagai aktivitas seru di Kawah Sikidang, seperti berfoto dan memasak telur di air panas alami. Spot-spot instagramable juga tersedia di sekitar kawah. Setelah menjelajahi Kawah Sikidang, kamu bisa mengunjungi Telaga Warna, Candi Arjuna, atau Bukit Sikunir. Tempat-tempat itu melengkapi pengalaman wisata di Dieng.
Waktu terbaik mengunjungi Kawah adalah saat musim kemarau antara Juli hingga September. Cuaca cerah akan membuat perjalananmu semakin menyenangkan. Pastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum menuju Kawah. Jalan menuju lokasi cukup berliku dan menanjak, terutama dari arah Wonosobo. (*)






