JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir memastikan bahwa isu kenaikan gaji Anggota DPR RI tidak benar. Ia menegaskan bahwa sudah lebih dari lima belas tahun gaji Anggota DPR RI tidak mengalami kenaikan.
Anggota DPR Adies Kadir menyampaikan klarifikasi agar publik tidak salah paham terkait isu gaji. Ia menekankan bahwa narasi kenaikan gaji Anggota DPR yang beredar di ruang publik tidak sesuai fakta.
Penjelasan Lengkap Anggota DPR RI
Anggota DPR Adies Kadir menolak anggapan bahwa gaji mereka naik hingga Rp100 juta per bulan. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut keliru, dan masyarakat harus meluruskan pemahamannya agar mengerti kondisi sebenarnya.
Anggota DPR Adies Kadir menjelaskan bahwa uang Rp100 juta yang diterima bukan gaji, melainkan kompensasi karena negara mengalihfungsikan rumah dinas. Ia menegaskan bahwa kompensasi ini berbentuk tunjangan bagi Anggota DPR.
Anggota DPR Adies Kadir menyatakan bahwa negara memberikan uang Rp50 juta agar anggota bisa mencari hunian baru. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengategorikan kompensasi ini sebagai gaji karena gaji DPR RI tidak naik selama 15 tahun.
Anggota DPR Adies Kadir menilai gaji mereka terbilang kecil jika dibandingkan dengan DPRD provinsi di Jawa. Ia menyebut bahwa gaji pokok Anggota DPR hanya sekitar Rp5 juta, sementara take home pay berasal dari berbagai tunjangan.
Anggota DPR RI Adies Kadir mengakui bahwa beban tugas mereka berat dan kompleks. Ia menegaskan bahwa meski isu gaji menjadi perdebatan publik, Anggota DPR RI tetap fokus mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara. (*)






