IKN Tetap Dibangun, Prabowo Subianto Ungkap Alasannya

Mohamad Hekal memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berjalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.(doc/instagram)

TABANAN – Mohamad Hekal memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berjalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa proyek IKN bukan prioritas utama pemerintahan saat ini. Hekal juga menyebut, Prabowo memfokuskan arah kebijakan pembangunan pada delapan program prioritas yang dia sampaikan dalam pidatonya. Hekal menambahkan, Prabowo memastikan pembangunan IKN tetap berjalan, hanya pemerintah tidak menggembar-gemborkannya sebesar dulu.

Delapan Program Prioritas Prabowo Subianto

Delapan program prioritas Prabowo Subianto meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih, pertahanan semesta, serta percepatan investasi dan perdagangan global. Hekal menegaskan, Prabowo Subianto tetap menjalankan pembangunan IKN meskipun proyek itu bukan menjadi prioritas utama. “Pemerintah tidak mematikan program lain dan tetap memberikan pendanaan,” ujar Hekal. Namun, pemerintah memprioritaskan delapan program tersebut lebih dulu,” ujarnya.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menetapkan anggaran Rp6,3 triliun untuk pembangunan IKN dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) Tahun 2026. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan angka tersebut saat konferensi pers Nota Keuangan 2026.

“Pemerintah di bawah Prabowo Subianto mengalokasikan Rp6,3 triliun untuk IKN. Kalau ada kekeliruan angka, nanti akan saya koreksi,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026, di Jakarta, Sabtu (16/8).

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, pemerintah Prabowo Subianto menetapkan alokasi anggaran IKN sebesar Rp6,26 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menggunakan Rp5,71 triliun untuk Program Pengembangan Kawasan Strategis. Selain itu, Rp553 miliar dialokasikan untuk Program Dukungan Manajemen. (*)