DENPASAR – Presiden Prabowo Subianto tinjau langsung dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali, Sabtu (13/9/2025). Kedatangan Presiden ke sana untuk tinjau langsung dampak bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Bali. Kunjungan ini dia lakukan sehari usai bertemu dengan Presiden UAE, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Abu Dhabi.
Presiden tiba di Bali pukul 11.16 WIB dan mendapat sambutan sejumlah pejabat. Mulai Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Demikian juga dengan Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dan Gubernur Bali I Wayan Koster.
Keluar dari bandara, Presiden langsung menuju sejumlah lokasi dan tinjau kondisi warga pasca banjir di Bali. Presiden sempat mendengarkan keluh kesah warga. Mereka mengaku kehilangan harta benda yang tersapu banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Kamis (11/9/2025), banjir di Bali telah menewaskan 14 orang. Pihaknya mencatat ada dua orang hilang. Korban meninggal tersebar di empat wilayah. Yakni 8 jiwa di Kota Denpasar, 2 di Kabupaten Jembrana, 3 di Kabupaten Gianyar, dan 1 jiwa di Kabupaten Badung. Dua korban hilang teridentifikasi di Denpasar.
Selain itu, sebanyak 562 warga terpaksa mengungsi. Dari jumlah tersebut, 327 orang berasal dari Jembrana dan 235 orang dari Denpasar. Mereka kini menempati posko darurat di sekolah, balai desa, musala, hingga banjar.
BNPB bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian korban sekaligus penanganan darurat. Untuk mendukung pengungsi, BNPB menyalurkan bantuan berupa 200 selimut, 200 matras, 300 paket sembako, tenda darurat, satu unit perahu karet, dan tiga unit pompa air.
Bencana hidrometeorologi ini berdampak pada tujuh kabupaten dan kota. BPBD Provinsi Bali melaporkan lebih dari 120 titik banjir. Wilayah terdampak paling parah adalah Denpasar dengan 81 titik. Lalu ada Gianyar (14 titik) dan Badung (12 titik). Selain itu, 18 titik longsor juga terjadi di Karangasem, Gianyar, dan Badung. (*)






