BANDUNG – Keracunan massal MBG melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Sekolah membagikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kemudian membuat banyak pelajar sakit.
Keracunan massal MBG mendorong pemerintah daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Jumlah korban menembus 1.000 pelajar hanya dalam empat hari, sejak Senin (22/9/2025) hingga Kamis (25/9/2025).
Keracunan massal membuat tenaga medis RSUD Cililin merawat puluhan siswa secara intensif. Mereka mengeluh pusing, mual, dan sakit perut. Petugas medis terus memberi penanganan.
“Pasien yang datang umumnya mengeluhkan mual, nyeri perut, dan pusing. Kami memfokuskan pengobatan pada gejala keracunan makanan,” ujar Direktur RSUD Cililin Neng Siti Djulaeha
Keracunan massal memaksa SMKN 1 Cihampelas menghentikan belajar tatap muka. Sekolah beralih ke sistem jarak jauh karena banyak siswa tidak sanggup mengikuti pelajaran.
Akibat keracunan massal MBG, Pemkab Bandung Barat bersama Dinas Kesehatan menyelidiki sumber makanan yang diduga tercemar. Mereka menekankan langkah darurat dan evaluasi distribusi agar kasus tidak terulang. (*)






