News  

Kebakaran Apartemen di Hong Kong, Sembilan PMI di Hongkong Meninggal

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin dalam sebuah kesempatan. Setidaknya 9 PMI meninggal di Hongkong akibat kebakaran di apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Minggu (30/11/2025). (doc/kementerian p2mi)

JAKARTA – Kebakaran di apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Minggu (30/11/2025) dini hari, menyebabkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong meninggal. Setidaknya sembilan PMI meninggal.

Data terakhir per 30 November 2025 pukul 17.00 HKT mencatat total 140 PMI terdampak. Dari jumlah itu, sembilan PMI di Hongkong meninggal, 89 orang selamat, dan 42 lainnya masih dalam pencarian.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin menegaskan, pemerintah mengerahkan seluruh upaya memberikan perlindungan bagi para pekerja migran di Hongkong. Ia memastikan negara akan memberikan pendampingan bagi seluruh PMI menghadapi situasi ini.

“Kita data dan memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja migran akibat kejadian ini,” kata dia.

Dia menambahkan, Tim KemenP2MI bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong masih bekerja di lapangan. Mereka mendata korban, memastikan layanan kesehatan dan menyediakan kebutuhan dasar. Petugas juga memberikan pendampingan psikologis, serta menyiapkan penempatan sementara yang aman bagi para korban.

“Kita pastikan korban untuk bisa memiliki tempat tinggal sementara,” katanya lagi

Untuk memenuhi kebutuhan para korban, pemerintah membuka Posko Terpadu di Home Affairs Department dan Taipo Market. Posko ini menyediakan layanan logistik, administrasi dokumen, pencarian keluarga, hingga akses tempat tinggal sementara. Proses penanganan ini melibatkan KJRI Hong Kong, Kedutaan Filipina dan Labour Department Hong Kong.

Tim gabungan juga meninjau langsung lokasi kebakaran. Sejumlah warga Hongkong memadati lokasi kebakaran yang mengakibatkan 9 PMI meninggal. Kedatangan mereka untuk memberikan penghormatan terakhir. Aparat setempat masih melakukan penyisiran lanjutan untuk menemukan korban lainnya.

Pemerintah juga memastikan layanan kesehatan berjalan lancar. Tim KemenP2MI mengunjungi North District Hospital untuk menyerahkan bantuan kepada seorang PMI asal Tegal berinisial KS. Dia kini sudah boleh pulang bersama seluruh korban usai menjalani perawatan.

Labour Department Hong Kong mengonfirmasi, para korban yang sempat berlindung di shelter akan pindah ke hotel sambil menunggu hunian baru. (*)