TAPANULI UTARA – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sumatera Utara menandatangani kerja sama pembangunan 103 unit hunian tetap (huntap di Tapanuli Utara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (6/1/2026), di Kantor Bupati Tapanuli Utara.
Yayasan Buddha Tzu Chi menggandeng tiga perusahaan kontraktor membangun huntap tersebut. Pekerjaan pembangunan mulai Rabu (7/1/2026) ini dengan target penyelesaian pada Mei 2026.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto mengatakan, pembangunan huntap itu merupakan murni proyek kemanusiaan. Juga tidak berkaitan dengan kepentingan tertentu.
“Ini bukan proyek titipan, tetapi proyek kemanusiaan. Kami yakin bapak-bapak di sini memiliki nurani dalam mengerjakan proyek kemanusiaan ini,” kata Mujianto.
Mujianto meminta para kontraktor mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal serta material dari lokasi terdekat. Selain itu, dia meminta agar pekerjaan ini selesai sesuai jadwal.
“Jangan terlambat satu hari pun, karena itu berarti menambah satu hari penderitaan bagi para pengungsi,” ujarnya.
“Ini rumah dari orang-orang baik. Jangan digadai dan jangan dijual. Ini titipan dari Tuhan. Semoga bapak dan ibu betah tinggal di rumah yang baru,” ucapnya.
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menghibahkan lahan untuk pembangunan huntap.
“Ini bukan uang negara, melainkan dana swasta yang digunakan untuk tujuan kemanusiaan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemerintah akan menyerahkan rumah lengkap dengan sertifikat tanah atas nama penerima. Ini setelah huntap huntap di Tapanuli Utara itu sudah berdiri. Meski begitu, penerima bantuan huntap tidak boleh menjualnya ke pihak manapun.
Terkait target, Jonius menyebutkan penyerahan bangunan dan sertifikat rencana awal pada Maret 2026. Namun, tingginya curah hujan membuat jadwal penyelesaian mundur menjadi Mei 2026. (*)






