JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi memulai pembangunan tower untuk Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi sebagai kawasan khusus pelayanan jemaah haji Indonesia. Keberadaan kampung haji ini yang pertama bagi pemerintah Indonesia dengan memiliki hotel dan lahan di Kota Suci Makkah.
Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf menyatakan, pemerintah menargetkan sejumlah tower Kampung Haji mulai beroperasi paling lambat 2028.
“Tahun ini belum bisa, tetapi paling lambat 2028 beberapa tower sudah siap melayani jemaah,” ujar Irfan Yusuf.
Pemerintah menempatkan seluruh pembangunan Kampung Haji Indonesia di bawah pengelolaan Danantara Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah akan berperan sebagai pengguna fasilitas tersebut.
Irfan Yusuf menegaskan pembiayaan proyek tidak menghadapi kendala berarti. Pertama karena dukungan penuh dari Kerajaan Arab Saudi. Lalu dukungan pendanaan dari Danantara.
Langkah awal pembangunan kampung haji setelah Indonesia memenangkan proses bidding internasional untuk kepemilikan hotel di Makkah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kepemilikan tersebut sebagai tonggak penting dalam diplomasi Indonesia di Arab Saudi.
Proyek ini mencakup pembangunan 13 tower baru beserta pusat perbelanjaan. Nilai investasi mencapai tower kampung haji ini mencapai US$800 juta atau sekitar Rp13,34 triliun. Saat ini, Indonesia telah mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City beserta lahan seluas lima hektare untuk pengembangan kawasan hotel dan pusat belanja.
Novotel Makkah Thakher City saat ini memiliki tiga tower dengan 1.461 kamar yang mampu menampung 4.383 jemaah. Dengan penambahan 13 tower Kampung Haji, kapasitas akan meningkat menjadi 6.025 kamar yang dapat menampung 23 ribu jemaah haji Indonesia.
CEO Danantara, Rosan Roeslani menegaskan, Kampung Haji Indonesia merupakan proyek strategis pemerintah dalam menyediakan fasilitas haji yang modern dan nyaman.
“Fokus kami adalah memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik. Dan kawasan Kampung Haji Indonesia dapat beroperasi tepat waktu,” ujarnya. (*)






