News  

17 Keluarga Korban Longsor Cibeunying Siap Tempati Huntara

Proses pembangunan huntara bagi korban longsor di Desa Cibeunying, kian mendekati selesai. BPBD Cilacap targetkan 17 keluarga sudah menempati huntara pada akhir Januari. (doc)

CILACAP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap menargetkan 17 kepala keluarga korban longsordi Desa Cibeunying, segera menempati huntara pada Januari 2026. Ke 27 keluarga tersebut sebelumnya sudah tidak memiliki rumah akibat tertimbun longsor.

Kepala BPBD Cilacap Taryo mengatakan pemerintah daerah menjadikan pemindahan warga ke hunian sementara sebagai prioritas sesuai arahan Bupati Cilacap.

“Sebanyak 17 rumah tertimbun longsor dan warganya tidak memiliki tempat tinggal. Ini menjadi prioritas dan sesuai perintah Pak Bupati. Harapannya Januari ini 17 keluarga bisa kami pindahkan ke huntara,” ujar Taryo.

Taryo menyebut hunian sementara di Cibeunying sudah dapat ditempati. Saat ini, BPBD Cilacap bersama instansi terkait masih menata dan melengkapi fasilitas pendukung sebelum warga menempatinya.

“Kami terus menyiapkan kelengkapannya, mulai dari jaringan listrik, jaringan air bersih, sampai isi rumahnya,” kata Taryo.

Ia menjelaskan huntara Cibeunying akan memenuhi kebutuhan dasar warga. BPBD melengkapi setiap unit dengan dua kamar tidur, tempat tidur, kasur, perlengkapan dapur seperti kompor dan tabung gas. Demikian juga dengan peralatan memasak, rice cooker, rak piring, lemari pakaian.

“Minimal kebutuhan dasar sudah kami lengkapi, sehingga saat warga masuk ke sana semuanya sudah siap dan cukup,” ujarnya.

Taryo mengatakan BPBD Cilacap akan melakukan pengundian unit hunian pada 15 Januari 2026 untuk menentukan penempatan masing-masing keluarga. Menurutnya, sistem undian dilakukan agar penempatan berlangsung adil dan tidak menimbulkan konflik.

“Kami akan lakukan pengundian agar warga tidak saling berebut. Setelah diundi, warga menerima hasilnya,” kata Taryo.

Setelah pengundian, BPBD menargetkan seluruh keluarga mulai menempati huntara secara serentak pada 23 atau 24 Januari 2026. Ia memastikan paling lambat akhir Januari seluruh 17 kepala keluarga sudah tinggal di hunian sementara tersebut.

Saat ini, para korban longsor masih tinggal sementara bersama kerabat atau mengontrak rumah. Taryo menambahkan sebagian warga telah menerima bantuan dari pihak ketiga untuk biaya sewa selama masa transisi sebelum menempati huntara Cibeunying. (*)