TBC Melonjak di Malaysia, Indonesia Mulai Waspada

ilustrasi

JAKARTA – Kasus tuberkulosis (TBC), tiba-tiba melonjak drastis di negeri jiran, Malaysia. Ini terjadi sejalan dengan peningkatan aktifitas warga setempat selama ramadan melalui bazar dan buka puasa bersama.

Otoritas kesehatan Malaysia melaporkan 596 kasus baru TBC pada pekan epidemiologi keenam tahun ini. Sehingga total kumulatif kasus mencapai 3.161 secara nasional.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut terus memantau TBC yang tengah melonjak di Malaysia. Hal ini sebagai langkah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Terlebih lagi, kasus TBC di Indonesia juga tidak tergolong kecil. Bahkan sudah menjadi tantangan pemerintah untuk terus menekan angka penularan.

“Kasus TBC di Indonesia memang masih tinggi. Tapi kami sudah memperbaiki dan memperkuat tata kelolanya. Nanti akan kami jelaskan lebih detail dalam sesi khusus,” kata Budi.

“Kita tidak boleh lengah,” katanya.

Ia menjelaskan Indonesia termasuk negara dengan beban TBC terbesar di dunia sehingga pemerintah menjadikan penanganannya sebagai prioritas nasional. Pemerintah kini memfokuskan upaya pada penemuan kasus secara aktif, percepatan diagnosis, serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Menurut Budi, keberhasilan pengendalian sangat bergantung pada deteksi dini dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat. Sementara penularan akan terus terjadi jika kedua aspek tersebut tidak dijaga secara konsisten.

“Kuncinya ada di deteksi dini dan kepatuhan minum obat. Kalau itu tidak dijaga, penularan akan terus terjadi,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan juga memperluas skrining pada kelompok berisiko serta mendorong pemanfaatan alat tes cepat molekuler di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Langkah ini sangat penting, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat dan interaksi sosial semakin tinggi.

Budi mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam.

“Kalau ada gejala seperti itu, segera periksa. Jangan menunggu sampai parah karena TBC bisa disembuhkan kalau ditangani dengan benar,” tegasnya. (*)