News  

Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi Buka Suara Usai OTT Bupati Pekalongan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfhi buka suara soal OTT KPK terhadap Bupati Pekalongan. Pemprov Jateng memastikan untuk menghormati proses di KPK. (doc/humas jateng)

SEMARANG – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi beri komentar usai Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq terjaring OTT oleh KPK. Meski begitu, Ahmad Luthfi tidak akan mengambil langkah untuk membela Bupati Pekalongan dan anteknya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Selain itu juga 11 orang, termasuk Sekda Pekalongan Mohammad Yulian Akbar. Penindakan ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, OTT terhadap Bupati Pekalongan tersebut terkait dugaan korupsi dalam sejumlah proyek pengadaan. Termasuk pengadaan outsourcing atau alih daya di beberapa dinas.

“Adapun dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tertangkap tangan ini berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, salah satunya terkait dengan PBJ outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan,” kata Budi, Selasa (3/3/2026).

Terkait OTT Bupati Pekalongan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng menghormati proses hukum di KPK.

“Kita menghormati proses di KPK,” kata dia, Selasa (3/3/2026).

Dia berharap, peristiwa ini harus bisa menjadi cermin bagi seluruh kepala daerah di Jateng. Caranya dengan menjaga dan mencegah seluruh praktik korupsi di wilayah masing-masing.

“Tata kelola pemerintah harus akuntable. Dan ini sudah saya ingatkan ke seluruh kepala daerah,” katanya.

“Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan good governance,” tegasnya. (*)