CILACAP – BPBD Kabupaten Cilacap akhirnya jelaskan kronologi longsor dan banjir bandang pada Kamis (31/3/2022). Penyebab utama kedua kejadian ini adalah hujan deras selama beberapa jam dan mengakibatkan longsor di Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap.
Bencana tanah longsor di Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap bukan hanya membawa akibat bagi warga setempat. Namun lebih jauh lagi. Dampaknya sempat terasa di daerah hilir, tepatnya Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu dan 3 desa di Kecamatan Majenang.
Longsor terjadi pada Kamis (31/3/2022) dan mengakibatkan kerusakan hebat bagi infrastruktur berupa jalan desa. Mayoritas jalan ini tertutup lumpur material longsor dan menyulitkan lalu lintas warga. Termasuk untuk mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi jelaskan secara detail kronologi longsor di Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap yang berujung pada banjir bandang di aliran Sungai Cireueuy.
“Longsor lalu menutup membendung sungai. Penyebab longsor karena hujan deras,” ujarnya, Senin (4/4/2022).
Keberadaan banjir bandang terlihat pada sisa aliran sungai di bagian bantaran. Di bawah titik longsor, bantaran sungai yang sempat terkena terjangan air sangat lebar. Sementara di atas titik longsor, tidak terlihat bekas sapuan banjir.
“Ini menandakan luapan sungai hanya di bawah titik longsor. Sementara di atas itu aman. Artinya, ada aliran yang terbendung,” katanya.
Bendungan yang terbentuk alami dari struktur tanah longsor ini kemudian terdesak air sungai hingga jebol. Lumpur ini kemudian meluncur deras ke hilir dan sampai ke Sungai Cileumeuh yang ada di bawah.
“Jarak antara kejadian longsor dan banjir di bawah, tidak terlalu berbeda. Dan durasi banjir juga sangat cepat. Jam 10 genangan air sudah tidak ada di jalan,” terangnya. (*)






