News  

Cafe Jamu untuk Anak Milenial

3 Duta Jamu Aman tengah mempersiapkan sesi foto. Anak milenial kini disasar agar lebih mengenal jamu dengan membuat cafe jamu dan Duta Jamu. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Pelaku jamu herbal bersama stake holder terkait, mengambil gebrakan untuk menciptakan cafe jamu agar bisa sasar anak milenial. Tujuannya agar jamu tetap menjadi sebuah industri dan menjaga warisan budaya nusantara.

Direktur PMPU OT SK BPOM Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional BPOM, Asih Lisa Restanti mengatakan, upaya sasar anak milenial salah satunya dengan membuat cafe jamu.

Karena selama ini, yang ada baru cafe coffee dan menjadi tempat “nongkrong” anak milenial. Hingga jamu belum terlalu menyentuh anak milenial.

“Bisa saja kita buka cafe jamu agar anak milenial bisa mengenal dan merasakan jamu,” katanya saat FGD Sinergita Penta Heliks di Markas Kopassus Cilacap, Jumat (23/9/2022).

Kepala Loka POM Banyumas, Suliyanto sepakat dengan ide tersebut. Karena memang perlu ada upaya merubah imej atau citra di kalangan anak milenial. Karena selama ini, jamu identik dengan rasa pahit. Sementara perkembangan yang ada, jamu sudah punya varian rasa.

“Kopi juga pahit tapi tetap enak. Jadi harus ada upaya merubah imej jamu pahit tapi tetap enak,” kata Suli.

Ketua Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI), Mukit Hendrayatno mengatakan, ada cara lain untuk sasar anak milenial agar mereka lebih dekat dengan jamu herbal. Yakni dengan melahirkan Duta Jamu.

Para duta ini akan memberikan informasi kepada masyarakat luas terkait jamu tradisional yang aman. Mereka merupakan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang peduli dengan isu jamu aman.

“Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi, mahasiswa dan anak muda yang peduli dengan isu jamu. Mereka melakukan desiminasi informasi bahwa jamu Indonesia itu sehat, jamu Indonesia itu menguatkan. Mudah-mudahan mereka bida menjadi pengusaha jamu,” tegasnya. (*)