CILACAP – Gunung Padang di Desa Salebu Kecamatan Majenang sudah menarik perhatian orang sejak 2008 lalu, ternyata ada pantangan khusus. Situs ini oleh warga setempat dipercaya merupakan tumpukan batu untuk membangun istana di Karangtengah.
Situs ini mulai terkuak dan menjadi perhatian luas pada 2008 lalu. Kala itu, sejumlah warga melakukan ekspedisi kecil-kecilan bersama juru kunci. Puncak bukit berada pada ketinggian 618 meter diatas permukaan laut (mdpl).
Menyusul kemudian sejumlah peneliti dari Balai Pelestarian Kepurbakalaan dan Benda Bersejarah Provinsi Jawa Tengah pada 2008. Setelah itu, ada peneliti dari Unsoed yang melakukan hal serupa pada 2012.
Terakhir, tim peneliti dari Universitas Padjajaran Bandung juga sempat melongok ke sana.
Seluruh tim memiliki kesimpulan yang sama yakni Gunung Padang merupakan bentukan alam. Batuan ini adalah magma keluar dalam perut bumi dan mengeras ketika bertemu udara bebas.
Peneliti Utama di Badan Arkeologi Jawa Barat, DR Luthfiandry meyakini ada batuan serupa di bawah situs. Bahkan jumlahnya lebih besar dari yang nampak di atas.
Namun, ada pantangan lain bagi warga yang ingin berziarah ke Gunung Padang di utara Desa Salebu. Yakni tidak boleh masuk ke kawasan tersebut pada hari.
Harsoyo, juru kunci Gunung Padang Desa Salebu menjelaskan pantangan bagi para peziarah. Dia mewanti agar warga tidak naik ke sana pada hari Selasa dan Sabtu.
“Boleh, tapi jangan Selasa dan Sabtu,” ujarnya.
Hanya saja, dia tidak menjelaskan lebih detail terkait pantangan tersebut. Dia hanya mengatakan kalau pantangan ini sudah sejak dulu.
“Ini larangan dari orang tua saya sejak dulu,” katanya.
Harsoyo memastikan, warga yang ingin naik untuk merawat Gunung Padang sangat dia ijinkan. Apalagi di sisi barat situs tersebut ada komplek makam tua.
“Boleh naik untuk merawat,” tegasnya. (*)






