CILACAP – Jalan alternatif penghubung Cilacap dan Banyumas, putus akibat amblas. Kondisi kerusakan jalan ini sangat parah karena amblas sepanjang 40 meter. Titik tersebut ada di antara Kecamatan Karangpucung di Kabupaten Cilacap dan Gumelar (Banyumas).
Kerusakan pada jalan alternatif Cilacap dan Banyumas hingga putus ini akibat hujan deras sejak Jumat (7/10/2022) hingga Sabtu (8/10/2022). Hujan selama 2 hari ini membawa dampak besar di Kabupaten Cilacap.
Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Minggu (9/10/2022) dini hari mencatat, ada 3.874 KK dan 15.496 jiwa di 15 kecamatan terdampak bencana. Sementara pengungsi mencapai 72 KK atau 2860 jiwa.
Selain banjir, hujan deras ini juga mengakibatkan tanah longsor dan angin kencang. Titik kerusakan salah satunya adalah jalan alternatif penghubung Cilacap dan Banyumas yang sampai putus.
Kepala UPT Perawatan Jalan Wilayah Majenang, Ahmad Ghozali mengatakan, jalan Cilacap-Banyumas ini putus sepanjang 40 meter.
“Penyebabnya karena hujan deras kemarin (7 Oktober 2022),” kata dia, Rabu (19/10/2022).
Dia mengatakan, jalan ini menjadi penghubung antara Kecamatan Karangpucung, Cilacap ini sampai Gumelar dan juga Lumbir di Banyumas. Pihaknya sudah membuat perencanaan dengan membuat rute baru melewati hutan Perhutani.
“Kami sudah koordinasi dengan semua pihak. Termasuk Perhutani. Panjangnya 50 meter,” katanya.
Menurutnya, hujan deras pada 7 dan 8 Oktober lalu sudah membawa kerusakan pada 5 titik jalan di 2 kecamatan. 4 ruas ada di Kecamatan Karangpucung, termasuk jalan cor beton yang amblas. Sisanya ada di Kecamatan Dayeuhluhur.
“Total ada 5 titik yang rusak,” katanya.
Dia menambahkan, kerusakan pada jalan cor beton karena pondasi tanah di bawah jalan sangat labil. Hingga saat hujan deras, air ini masuk melalui celah-celah cor dan mendorong lapisan tanah bergerak. Bahkan sampai membuat jalur patahan sampai jauh ke bawah menuju areal persawahan.
“Informasi dari pak kades, ada jalur patahan sampai ke bawah,” tegasnya. (*)






