News  

BPBD Sebut Kerusakan Lingkungan Sudah Parah

Kepala BPBD Cilacap, Wijonardi memeriksa peralatan usai Apel Siaga Bencana di Kecamatan Bantarsari, Kamis (27/10/2022). BPBD sebut kerusakan lingkungan sudah parah hingga menjadi penyebab bencana alam di Cilacap. (doc)

CILACAP – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi menyebutkan, kerusakan lingkungan sudah sangat parah. Hal ini menjadi penyebab salah satu bencana alam yang dalam sebulan terakhir melanda Cilacap.

Banjir, tanah longsor dan angin kencang melanda Cilacap pada 7 Oktober 2022 dan menerpa 15 kecamatan. Menyusul kemudian banjir dan tanah longsor pada 25 Oktober 2022 dan terjadi di 4 kecamatan.

Kalak BPBD Cilacap sampaikan ini saat menjadi pemimpin Apel Siaga Bencana di Kecamatan Bantarsari, Kamis (27/10/2022). Menurutnya, sampai saat ini Cilacap masih berstatus Tanggap Darurat Bencana.

“Cilacap masih berstatus Tanggap Darurat Bencana,” katanya.

Dia menegaskan, bencana yang bertubi-tubi di Cilacap juga terjadi karena kerusakan lingkungan yang sudah sangat parah. Terlihat dari beberapa indikator yakni air sungai cenderung keruh saat hujan deras. Warna air seperti ini menunjukkan erosi tanah sangat tinggi.

Selain itu, juga pergerakan tanah yang terjadi karena pembangunan hunian, pertanian yang kurang memperhatikan kondisi lingkungan. Seperti membangun rumah terlalu dekat dengan tebing terjal.

“Kerusakan lingkungan sudah parah yang menjadi penyebab bencana hidrometeorologi,” katanya.

Selain itu, faktor bencana juga terjadi karena cuaca ekstrem yang tengah melanda Kabupaten Cilacap. Yakni dengan curah hujan tinggi dan terjadi lebih dari sehari. Perpaduan antara kerusakan lingkungan yang sudah parah serta cuaca ekstrem membuat ancaman bencana bertambah tinggi.

Dia menambahkan, BPBD tidak bisa bekerja sendiri dalam hal penanggulangan bencana. Namun perlu ada dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari aparat TNI, Polri, dinas terkait, lembaga non profit, masyarakat dan relawan.

“BPBD harus berkolaborasi dengan bagian-bagian yang membidangi dalam kebutuhannya dan sudah menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Menurutnya, apel Siaga Bencana tersebut untuk meningkatkan koordinasi dari tingkat kecamatan antar lembaga yang ada. Mulai dari unsur TNI, Polri, perangkat desa dan seluruh unsur terkait lainnya.

“Ini bagian dari upaya kita untuk meningkatkan koordinasi dalam hal penangganan bencana,” tegasnya. (*)