CILACAP – Tim dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, akan bergerak ke Cilacap. Salah satu lokasi yang akan menjadi perhatian adalah Desa Boja Kecamatan Majenang.
Desa Boja baru-baru ini dihajar tanah bergerak hingga merusak jalan dan sejumlah rumah warga. Namun bukan karena itu tim PVMBG bergerka ke sana. Justru alasan utama adalah melihat SD 04 Desa Boja yang nyaris ambruk karena tanah bergerak.
Bencana ini terjadi pada Rabu (27/10/2022), bersamaan dengan banjir dan tanah longsor di sejumlah desa di Kecamatan Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur dan Patimuan.
Kondisi SD 04 Boja Kecamatan Majenang, nyaris roboh akibat tanah bergerak namun masih dipakai untuk belajar. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak September 2019 ketika ada tanah bergerak di Dusun Pelag Desa Boja. Hingga pada Maret 2021, tanah bergerak merusak salah satu kelas SD 04 Boja dan kondisinya nyaris ambruk.
Sejak September 2019 tersebut, tanah di dusun tersebut selalu bergerak tiap kali musim penghujan. Sampai kemudian pada Maret 2021, bencana tanah bergerak kian parah dan meluas.
Kepala Desa Boja Kecamatan Majenang, Cilacap, Dasto mengatakan, kerusakan pada gedung SD 04 tersebut sudah sangat parah. Namun SD yang nyaris roboh ini masih dipakai untuk belajar.
Hingga pemerintah Cilacap memutuskan untuk meminta bantuan tim PVMBG untuk menggelar survey. Nantinya tim ini akan melihat dan mengambil sample jenis tanah yang ada di sana. Seluruh bahan ini akan menjadi kajian laboratorium untuk kemudina menjadi bahan rekomendasi.
“Tim Geologi akan melihat dan mensurvey SD 04 Boja,” ujar Camat Majenang, Aji Pramono.
Menurutnya, rekomendasi dari Tim PVMBG akan menjadi dasar pemerintah Cilacap guna mengambil langkah lebih lanjut. Jika rekomendasi ini menyatakan tanah di sana mudah bergerak, maka akan ada relokasi.
“Tergantung nanti rekomendasinya seperti apa. Kita akan tunggu hasilnya nanti,” katanya.






