News  

Penanganan Darurat di Jalan Terancam Putus

Titik jalan longsor di Desa Sepatnunggal Kecamatan Majenang, Cilacap akibat tebing longsor. Penanganan di lokasi ini masih bersifat darurat. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Penanganan jalan terancam putus di Desa Sepatnunggal Kecamatan Majenang, Cilacap, masih bersifat darurat atau sementara. Warga memasang karung berisi tanah untuk memperkuat bahu jalan yang amblas ke dasar jurang. Upaya seperti ini masih tergolong penanganan darurat di titik jalan yang terancam putus itu.

Jalan kabupaten penghubung 3 desa di Kecamatan Majenang, Cilacap, terancam putus akibat tebing longsor. Titik ini ada di Desa Sepatnunggal dan menjadi penghubung dengan Desa Sadabumi dan Pangadegan.

Informasi dari warga setempat menyebutkan, tebing jalan ini ambruk pada Kamis (27/10/2022) dini hari. Tepatnya jam 2 malam. Lokasinya jalan terancam putus ini ada Dusun Ciawi dengan panjang sekitar 15 meter. Sementara tebing yang runtuh itu nyaris tegak lurus.

Kepala Desa Sepatnunggal, Kusriyanto mengatakan, penanganan jalan terancam putus itu masih darurat. Warga pasca kejadian sudah bekerja bakti untuk memperkuat bahu jalan yang ambruk ke dasar tebing.

“Setelah kejadian sudah ada upaya untuk memperkuat tebing agar tidak longsor,” kata dia, Rabu (2/11/2022).

Langkah itu berupa pemasangan karung berisi tanah dan ditata untuk memperkuat tebing yang juga sekaligus bahu jalan. Dan kerja bakti ini sudah menghabiskan 200 lembar karung. Namun demikian, jumlah karung ini masih sangat kurang meski penanganan jalan itu masih sangat darurat dan bersifat sementara.

“Masih kurang. Tapi mau nyari ke mana juga bingung karena sekarang banyak kejadian tanah longsor yang butuh karung. Kalau ada sih pasti kita pasang,” kata dia.

Melihat titik yang nyaris putus itu, tebing ini sudah lama terkikis secara perlahan. Aliran air dari sisi atas masuk ke tebing tersebut dan tidak ada saluran pembuangan. Hingga butuh penanganan permanen untuk mengatasi kerusakan di lokasi tersebut.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggeser jalan ke menjauhi tebing terjal itu.

“Yang penting tebing ini tidak lagi jadi bahu jalan dan dilalui kendaraan,” tegasnya. (*)