News  

Normalisasi Saluran Mendesak. Kurangi Resiko Banjir

Saluran di Majenang tengah dalam perbaikan. Sejumlah saluran lain di Cilacap mendesak untuk normalisasi karena kerap mengakibatkan banjir. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Normalisasi sejumlah saluran dan sungai di Kabupaten Cilacap, sudah sangat mendesak. Langkah ini untuk kurangi resiko banjir yang selalu terjadi tiap musim penghujan. Apalagi bencana banjir sudah bertubi-tubi menghantam wilayah Kabupaten Cilacap.

Seperti pada awal dan pertengahan Oktober 2022. Banjir melanda 15 kecamatan dan bertepatan dengan tanah longsor. Demikian juga dengan angin kencang. Demikian juga dengan sejumlah kejadian serupa dari tahun ke tahun.

Penyebab utama adalah masalah saluran yang butuh perbaikan atau normalisasi. Ditambah lagi dengan masalah tanggul sungai yang berulang kali jebol. Atau aliran sungai yang melimpas akibat tanggul sudah kritis atau tipis.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengeluhkan kondisi saluran yang mendesak dan harus ada normalisasi. Beberapa saluran ini ada di wilayah timur Kabupaten Cilacap dan menjadi penyebab banjir di awal Oktober 2022.

Hanya saja, mayoritas saluran ini ada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Hingga pemerintah Cilacap hanya bisa mengajukan permohonan agar ada normalisasi saluran yang ada di sana.

Kondisi saluran rukak seperti itu juga banyak terlihat di wilayah barat. Mulai dari Kecamatan Karangpucung, Cimanggu, Cipari, Wanareja dan Majenang. Termasuk di sejumlah lokasi di aliran Sungai Cikawung yang membelah 5 kecamatan itu.

Jika sungai ini meluap, maka setidaknya 4 kecamatan terdampak.

“Kita sudah sering mengajukan permintaan bantuan untuk normalisasi saluran. Setidaknya mengurangi resiko banjir tahunan,” ujar Kepala Desa Mulyasari Kecamatan Majenang, Cilacap, Tohari, Senin (7/11/2022).

Dia mengatakan, saat ini ada beberapa saluran dan sungai yang tengah dalam normaliasi oleh BBWS Citanduy. Langkah ini memang harus menjadi kebijakan karena menghadapi puncak musim penghujan.

“Kita seharang sedang menghadapi puncak penghujan di bulan Desember dan Januari,” tegasnya.

Ada 4 desa di Keacamatan Majenang yang rawan banjir. Yakni Mulyasari, Mulyadadi, Padangsari dan Pahonjean. 4 desa ini ada di dekat aliran Sungai Cikawung. (*)