CILACAP – 767 orang ikuti seleksi untuk menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan atau PPK, Selasa (6/12/2022). Seleksi tersebut dalam bentuk CAT (computer assisted test). Sementara lokasi tes berada di SMK Komputama Majenang dan salah satu bangunan sekolah milik Yayasan Al Irsyad di pusat kota Cilacap.
Pemisahan lokasi tes tersebut karena berbagai pertimbangan. Pertama karena jumlah peserta yang cukup banyak. Kedua yakni agar memudahkan peserta mengikuti seleksi PPK karena lebih dekat.
Komisioner KPU Cilacap Bidang Sosialisasi dan SDM, M Muhni mengatakan, SMK Komputama Majenang untuk peserta seleksi PPK dari 11 kecamatan di wilayah barat Cilacap.
“Kalau teman-teman di kota dan timur, tes di Yayasan Al Irsyad Cilacap,” kata dia.
Dia menambahkan, peserta seleksi PPK ini wajib menjawab 75 soal selama 90 menit. Hasilnya sebagai pertimbangan utama KPU Cilacap untuk menentukan peserta yang lolos.
Nantinya KPU hanya akan memilih 15 peserta seleksi untuk tiap kecamatan. Artinya hanya ada 360 orang. Ini dengan perhitungan ada 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap.
“Maksimal 3 kali kebutuhan di tiap kecamatan. Atau 15 orang,” kata dia.
Dan dari 15 orang di tiap kecamatan ini, akan mengerucut lagi menjadi 5 orang terpilih. Namun mereka harus menjalani proses wawancara terlebih dahulu. Dan sebelum sampai tahap wawancara itu, KPU membuka kesempatan masyarakat untuk memberikan masukan secara tertulis.
“Ada tahap dimana masyarakat untuk memberikan masukan. Bisa masukan yang bersifat positif atau mengkritisi. Karena misalnya, kita tidak tahu siapa dan bagaimana orang Majenang,” katanya.
Seleksi PPK ini menjadi bagian dari persiapan KPU menuju pemilu di 2024 mendatang. Setelah ini, nanti KPU akan kembali menggelar seleksi untuk PPS atau Panitia Pemungutan Suara di tiap desa. (*)






