CILACAP – Polisi dari Polsek Majenang dan Polresta Cilacap, masih mendalami penyebab petasan yang meledak hingga mengakibatkan 1 orang meninggal, Sabtu (4/2/2023).
Suara ledakan yang kemungkinan besar dari petasan terjadi di Desa Padangjaya RT 01 RW 08 Kecamatan Majenang, Cilacap. Peristiwa ini mengakibatkan 1 orang meninggal dunia. Korban mengalami luka parah dengan kondisi tubuh mengenaskan.
Petugas Polsek Majenang langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka segera memasang garis polisi agar warga menjauhi tempat kejadian. Mereka juga mencari posisi korban. Belakangan diketahui, korban bernama Muhammad Abdul Rozak sudah meninggal di tempat.
Sekitar tengah hari, petugas Reskrim dan Inafis Polresta Cilacap tiba di lokasi. Mereka memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbekal laporan dari Polsek Majenang. Petugas juga terus menggali keterangan dari keluarga korban dan tetangga sekitar. Tujuannya untuk mendalami penyebab petasan meledak yang menimbulkan korban jiwa.
Semula, petugas mencurigai penyebab peristiwa ini dari petasan yang meledak. Karena mereka menemukan bubuk mesiu di lokasi kejadian.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto SIK Msi menduga, penyebab kejadian tersebut karena petasan yang meledak dan mengeluarkan suara sangat keras.
“Baru kecurigaan. Kita temukan barang bukti berupa serbuk yang diduga bahan petasan,” katanya melalui Kapolsek Majenang, AKP Hadi Nugraha.
Petugas, katanya menemukan sejumlah barang bukti berupa serbuk, gulungan kertas dan obat petasan. Namun semua barang ini belum jadi petasan. Petugas juga masih mendalami berbagai hal lainnya karena mereka belum menemukan selongsong petasan.
Mereka terus menggali informasi terkait penyebab lain dari ledakan yang merusak rumah keluarga korban itu. Karena bisa saja, ada pemicu lain dan bukan hanya petasan yang meledak.
“Ini masih kita dalami semua. Serbuk dalam hal ini bisa meledak namun golongannya low explosive,” katanya lagi.
Dia memastikan, hanya ada 1 korban akibat kejadian ini. Korban mengalami sejumlah luka di sekujur tubuh akibat ledakan tersebut.
“Kondisi korban sudah meninggal dan segera kita evakuasi ke rumah sakit,” tegasnya. (*)






