News  

Polisi Pastikan Ledakan Dari Petasan

Petugas Brimob Polda Jawa Tengah saat memeriksa TKP ledakan di Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, CIlacap, Sabtu (4/2/20223). Polisi pastikan sumber ledakan dari petasan. (doc)

CILACAP – Petugas polisi akhirnya tegaskan kalau sumber ledakan itu berasal dari bahan pembuat petasan. Bukan karena faktor lain seperti arus pendek ataupun tabung gas.

Kesimpulan ini berdasar pada hasil olah TKP yang melibatkan banyak unsur. Mulai dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Cilacap, Inafis, hingga Brimob Polda Jawa Tengah. Dan seluruh satuan ini sudah kembali ke pos masing-masing pada Sabtu malam.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto SIK mengatakan kalau ledakan berasal dari petasan. Ini berdasarkan olah TKP dan keterangan sejumlah saksi yang terdiri dari warga sekitar dan keluarga korban.

Keterangan polisi dengan jabatan tertinggi di Cilacap ini akhirnya beri kepastian kalau sumber ledakan dari petasan.

“Kemungkinan karena ada hentakan dari bahan mercon ini hingga korban terpental,” katanya.

Selain itu, kejadian ini juga tidak ada kaitan dengan kasus lain dan murni karena ledakan petasan.

Hal ini menepis isu liar yang bayangi kejadian ledakan petasan di Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap, Sabtu (4/20/2023). Tidak jelas siapa yang pertama kali menghembuskan isu tersebut.

Namun isu ini beredar liar dan menjadi perbicangan masyarakat. Salah satu kecurigaan warga adalah kerasnya suara ledakan petasan tersebut.

Ketua RT 01 RW 09 Desa Padangjaya, Slamet Subagyo memastikan, korban tidak ada kedekatan dengan pelaku kejahatan apapun. Selama ini korban bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Cilacap.

“Perilaku normal. Biasa bergaul dengan teman seumuran dan warga lain. Juga tidak pernah ngomong yang aneh-aneh,” katanya.

Keterangan serupa juga disampaikan teman korban di tempatnya bekerja. Mayoritas menceritakan kalau korban sangat ramah, giat bekerja dan selalu berperilaku baik. Juga tidak pernah menyampaikan dalil agama yang menjurus ke arah tertentu.

Kapolsek Majenang, AKP Hadi Nugroho menambahkan, hasil penyelidikan tidak menjurus ke arah lain. Yakni kedekatan korban ataupun kasus ini dengan teroris.

“Tidak mengarah ke sana,” tegasnya. (*)