CILACAP – Pemilik rumah warga Kecamatan Kawunganten, Cilacap yang rusak akibat angin kencang, sudah melakukan perbaikan. Namun demikian, ada sejumlah pemilik rumah yang belum bisa melakukan perbaikan karena berbagai kendala.
Siklon Freddy yang muncul di Samudra Hindia, menimbulkan angin kencang hingga rusak rumah warga di Desa Ujung Manik Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Kamis (9/2/2023). Bencana angin kencang karena siklon Fredy ini membuat 1 orang luka ringan.
Sekitar pukul 14.00, hujan deras melanda wilayah Cilacap. Termasuk Kecamatan Kawunganten yang secara geografis dekat dengan garis pantai. Angin kencang muncul mengikuti hujan deras di wilayah tersebut.
BPBD Cilacap belakangan menyebut bencana ini menjadi yang terbesar dalam waktu 2 tahun terakhir. tingkat kerusakan akibat kejadian ini sangat besar karena merambah 104 rumah warga dan fasilitas umum. Juga dengan melihat kerusakan pada atap MI Ma’arif. Atap MI ini 80 persen rusak akibat angin kencang yang melanda Kecamatan Kawunganten.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi menyebut pemilik rumah rusak akibat angin kencang mulai melakukan perbaikan.
“Warga melakukan kerja bakti untuk memperbaiki rumah rusak. Sudah mereka lakukan pasca angin kencang,” katanya.
Data di BPBD Cilacap pada Senin (13/2/2023) menyebutkan, ada 71 dari 91 rumah rusak di Desa Ujungmanik sudah selesai perbaikan. Sisanya sebanyak 20 rumah belum sepenuhnya tertangani.
Sementara di Desa Bringkeng, perbaikan rumah rusak akibat angin kencang mencapai 9 unit. Juga ada empat rumah perbaikan permanen, 5 bersifat darurat. Sisanya ada 6 rumah belum tersentuh perbaikan.
BPBD dan pemerintah desa setempat memberikan bantuan berupa bahan material rumah. Bantuan dari BPBD Cilacap dikirim ke desa.
“Bantuan kita kirim ke desa. Harapannya desa yang lebih tahu mana yang paling membutuhkan. Misalnya warga kurang mampu, tentu lebih prioritas,” tegasnya. (*)






