CILACAP – 3 lokasi tanah longsor yang menutup jalan propinsi di Cilacap, belum sepenuhnya tertangani. Seluruh titik ini ada di ruas penghubung Cilacap dengan Brebes melalui Majenang dan Salem. 2 titik ini ada di Desa Boja dan sisanya di Desa Ujungbarang Kecamatan Majenang, Cilacap.
Ruas jalan penghubung antar kabupaten yang melalui Majenang-Salem, tutup total akibat tanah longsor. Longsor ini terjadi pada Selasa (7/3/2023) malam, sekitar pukul 20.30. Sampai menjelang dini hari, jalan masih belum bisa dilalui kendaraan roda 2 maupun 4. Lokasi longsor ada di Desa Boja Kecamatan Majenang, Cilacap.
Kejadian sebelumnya ada di Desa Ujungbarang, tepatnya pada 19 Feruari 2023. Material longsor menutup badan jalan dan memaks petugas melakukan pengaturan lalu lintas.
Penyebab longsor karena tebing sangat terjal, baik yang ada di Desa Ujungbarang maupun Boha. Selain itu, hujan deras selama bebarapa jam memicu terjadinya bencana tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi mengatakan, ada 3 titik longsor di ruas Cilacap Brebes yang belum sepenuhnya tertangani. Penyebabnya karena pertimbangan tekhnis petugas.
“Perlu dicermati lagi. Karena ada kemungkinan jika bawah (tebing) dibersihkan, terjadi longsor lagi,” kata dia.
Hingga sedari awal, dia tidak bisa memastikan kapan material longsor ini benar-benar tertangani sepenuhnya. Dia mencontohkan kejadian di Desa Ujungbarang. Semula petugas memperkirakan pembersihan lokasi hanya butuh maksimal 3 hari. Namun sampai satu pekan, pekerjaan ini masih terus berlangsung karena pertimbangan tekhnis tersebut.
“Kemarin yang di atas (Ujungbarang) hanya tiga hari. Tapi nyatanya bisa lebih,” kata dia.
Hanya saja dia memastikan, kendaraan roda 2 maupun 4 sudah bisa melewati ruas tersebut. Petugas juga terus mengupayakan agar sisa material longsor bisa secepatnya tertangani dengan baik dan tidak menimbulkan masalah baru. (*)






