CILACAP – Polresta Cilacap gelar rekonstruksi kasus perampokan agen BRI Link di Desa Kaliwungu Kecamatan Kedungreja, Cilacap, Selasa (4/4/2023). 3 pelaku menceritakan kronologi kejadian dan peragakan 24 adegan.
Adegan pertama adalah pertemuan di rumah Sugiono bersama Saiun Alias Buang dan Sarwanto alias Iwan. Di sana, mereka sepakat untuk mencari uang dengan cara merampok. Adegan berikutnya adalah rangkaian kejadian di agen BRI Link milik Nasirun. Mulai dari pertama kali datang, masuk hingga keluar dan menembak 2 orang yakni Nasirun dan Gunawan.
Hanya saja, para pelaku tidak bisa memperagakan karena kaki mereka terkena timah panas petugas saat penangkapan. 2 orang yakni Sugiono dan Saiun alis Buang hanya duduk saja. Sementara Sarwanto alias Iwan banyak memberikan arahan kepada petugas yang menjadi peran pengganti.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Fannky Ani Sugiarto mengatakan, pelaku memperagakan 24 adegan selama proses rekonstruksi.
“Ada 24 adegan,” katanya.
Dia menambahkan, rekonstruksi ini sesuai dengan pengakuan pelaku, keterangan saksi dan korban. Nantinya akan menjadi bahan untuk melengkapi data Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hingga pihaknya membuat rekonstruksi ini sesuai dengan jam kejadian. Yakni antara pukul 14.30 sampai dengan pukul 15.00.
Adegan pertama hingga terakhir diperagakan peran pengganti yang berasal dari anggota kepolisian.
“Adegan mulai dari mereka datang dan masuk ke TKP, sampai terjadi cek cok. Pada saat itu mengambil uang karena panik mendapatkan perlawanan korban, kemudian keluar dan terjadilah penembakan,” ujar Kapolresta.
Penembakan pertama mengenai bagian tumit korban. Tembakan kedua kepada Gunawan, warga yang akan menolong Nasirun. Para pelaku ini lalu kabur namun kembali lagi.
“Mereka kabur, namun mungkin karena lupa hasilnya tidak dibawa jadi merrka kembali lagi,” ujarnya.
Proses rekonstruksi ini mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berkerumun di depan toko kelontong yang juga agen BRI Link milik Nasirun. Beberapa kali warga menyoraki para pelaku. Mulai saat pertama kali turun kendaraan petugas, sampai saat mereka kembali masuk mobil. (*)






