News  

Awas. Ancaman Banjir Selama 3 Hari

Petugas BPBD Cilacap dan relawan membantu mengevakuasi warga saat terjadi banjir, Kamis (27/4/2023) malam. Ancaman banjir di Cilacap masih akan terjadi sampai Sabtu (29/4/2023). (doc)

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap me-warning adanya ancaman banjir dalam 3 hari terakhir. Tepatnya mulai Kamis (27/4/2023) hingga Sabtu (29/4/2023). Ini sejalan dengan peringatan dari BMKG terkait adanya cuaca ekstrim berupa hujan dengan intensitas tinggi dalam 3 hari tersebut.

Bukti tingginya intensitas hujan terjadi pada Kamis malam yang mengakibatkan 9 kelurahan di 3 kecamatan di pusat Kota Cilacap, tergenang banjir. Hujan deras terjadi sejak pukul 18.00 sampai menjelang dini hari. Akibatnya, sejumlah sungai dan drainase meluap hingga kemudian menggenangi rumah warga.

Setidaknya ada 224 warga mengungsi pada Kamis malam. Jumlah pengungsi kembali bertambah meski kondisi genangan air sudah surut. Sejumlah pengungsi bertahan di Gedung Dakwah Muhammadiyah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Awaludin Muuri mengatakan, banjir sudah surut dan genangan tinggal di beberapa kelurahan saja.

“Sekarang (jumat pagi) tinggal satu atau dua kelurahan yang masih ada genangan. Mudah-mudahan tidak terjadi hujan lagi,” katanya, Jumat (28/4/2023).

Dia mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan masyarakat dan seluruh camat agar tetap waspada. Karena potensi hujan deras masih akan terjadi dan bisa menimbulkan ancaman banjir kembali. Ancaman banjir ini akan terjadi dalam 3 hari terakhir.

“Ya, ini sesuai dengan informasi dari BMKG dan (pemerintah) provinsi juga. Camat dan lurah saya minta tetap waspada. Ancaman banjir sampai hari Sabtu karena curah hujan masih tinggi. Masyarakat juga kita minta tetap waspada,” terangnya.

Dia mengatakan, Dinas Sosial dan BPBD Cilacap sudah turun sejak banjir terjadi. Yakni dengan menerjunkan perahu karet untuk membantu evakuasi warga. Selain itu juga dengna mendirikan dapur umum lengkap dengan peralatan dan bahan makanan. Sementara petugas medis terus memantau kondisi warga untuk mengantisipasi jika ada yang mengeluhkan sakit. Hingga Jumat pagi, petugas masih terus mendata rumah terdampak banjir tersebut.

“Pendataan masih kita lakukan,” katanya.(*)