NABIRE – Aparat gabungan TNI–Polri menggerebek kamp yang menjadi basis aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kali Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita ratusan amunisi, magazen, serta berbagai perlengkapan milik kelompok tersebut.
Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Gustav Robby Urbinas menyatakan, aparat melakukan operasi setelah mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Aparat kemudian menyusun langkah taktis dengan melakukan penyekatan dan pengintaian sebelum bergerak mendekati lokasi kamp.
Saat tim mendekati salah satu kamp KKB di Papua tersebut, terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata. Petugas langsung menyiagakan tim bantuan untuk memperkuat personel di lapangan dan mengendalikan situasi.
“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut kita siagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ujar Gustav.
Setelah menguasai lokasi, aparat menemukan bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai markas. Aparat juga mendapati sejumlah individu sebelumnya terlihat membawa senjata api laras panjang di sekitar area tersebut. Kelompok bersenjata kemudian melarikan diri ke kawasan hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.
Dalam penggerebekan itu, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai jenis, 10 magazen, 12 unit telepon genggam, lima alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera, serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok. Aparat menduga sebagian magazen merupakan hasil rampasan dari sejumlah insiden sebelumnya yang menewaskan aparat.
Aparat kini terus melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok yang melarikan diri. Petugas juga mendalami asal-usul amunisi dan sumber pendanaan di kamp KKB di Papuatersebut.
Dalam insiden kontak tembak saat penggerebekan kamp KKB di Papua, satu anggota TNI mengalami luka ringan.
“Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Anggota tersebut sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil,” terangnya. (*)






